Friday, 07 May 2021


Sosok Petani Milenial Hortikultura dari IPB University

21 Mar 2021, 06:11 WIBEditor : Ahmad Soim

Salah seorang petani milenial alumni IPB | Sumber Foto:Dok Awang Maharijaya

Strategi Bisnis Hortikultura: Milenial Banget

“Kita melihat bisnis hortikultura ini untuk milenial, ini sangat potensi dan tepat. Banyak tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi yang dapat berpotensi meningkatkan penghasilan bagi petani muda dan petani kecil. Hortikultura seringkali siklus tanamannya  lebih pendek dibandingkan tanaman pangan, sehingga cukup menjanjikan,” tambahnya.

Kelebihan lain dari bisnis hortikultura, kebutuhan lahan reatif lebih sedikit, ini yang kemudian mendorong generasi muda mengatakan ini bisa saya kerjakan. Bisa dimuai beberapa pot, dengan nlai yang tinggi.

Peluang matching hortikultura dengan milenial sangat banyak diantaranya ada  empat. Pertama, siklus tanaman yang cepagt. Kedua, kebutuhan lahan tindak terlalu tinggi. Ketiga, penambahan nilai tambah yang bahkan menciptakan banyak peluang kewiraushaaan. Keempat, servis bisnis dengan modal yang minim karena membidik pada layanan.

Tepi tetap saja ada tantangan, kita bicara ada resiko tnggi, mudah rusak, tapi kalau dikelola dengan baik ini peluangnya juga besar. Strategi kita adalah penyadaran, kita berikan fasilitas, melalui kurikulum lewat teaching industri, inkubasi, promosi dan kampanye, modern ICT, new Innovation, program pengembangan khusus milenial, dan pendekatan training terintegrasi.

“Yang penting jiwanya, skilnya bisa dilatih, kita memerlukan program integrated training approach untuk beberapa hal yang teknis. Dan tools untuk para milenial ini sudah banyak sekali, ada marketing tool sehingga tak ada risiko antar daerah, produk apapun bisa kesana kemari,” paparnya.

Selain itu juga ada dukungan program wirausaha milenial dari pemerintah. Di antaranya adalah PWNP. Ini salah satu pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dan lulusan, terutama untuk lulusan. Kalau untuk mahasiswa  banyak sekali program program yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha tetapi saya sangat apresiasi dengan PWNP ini karena ini betul betul memulai dari tahap penyadaran jadi itukan yang paling langka di kita.

Lewat program PWMP di IPB, sudah  ada 15 kelompok, hampir semuaanya jadi. “Banyak pengalaman tahun pertama dan kedua bisnis berubah. Maka yang penting tahun pertama adalah menumbuhkan jiwa wirausaha tadi. Mulai dengan apa, suksesnya dengan apa terkadang berbeda,” paparnya.

 ----+

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Som
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018