Friday, 07 May 2021


Dari Dosen Kontrak, Murdani Sukses Jadi Petani Pepaya Calina dan Durian

05 May 2021, 08:07 WIBEditor : Ahmad Soim

Murdani | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh – Bila bertani bukan sekedar kegiatan sampingan, Murdani  dengan menanam pepaya secara agribisnis dan profesional, omsetnya bisa mencapai Rp 6 juta per minggu.

Murdani SPd, MPd l kelahiran Paru Keude, 1 Februari 1985, sebelumnya berprofesi sebagai dosen kontrak di Universitas Jabal Ghafur (Unigha), Pidie. Namun ia ingin menjadi petani sejak lima tahun lalu, saat ia masih tinggal di Paru, Pidie Jaya. Ia mencoba menanam pepaya di kebun dekat kandang Ayam broiler, di desa Blang Baro kecamatan Bandar Baru kabupaten Pidie Jaya. Ternyata sangat prospektif, memberi keuntungan berlipat ganda.

Murdani kemudian hijrah ke kota Lhokseumawe dan menggarap lahan terlantar, di desa Buloh Blang Ara kecamatan Kuta Makmur. Selama 2 - 3 tahun setelah tanam, Murdani bisa menghitung hitung pendapatannya. Jjika ada tanaman pepaya seribu batang saja, katanya, per minggu bisa kita petik 3 - 4 buah. Harga pepaya Rp 2.000 per kilogramnya. Rata- rata beratnya 0,8 - 1 kg per buah. Minimal dari 1.000 batang bisa menghasilkan pepaya sebanyak 3 ton, dengan omset Rp 6 juta per minggu. Pasarnya untuk tingkat lokal bahkan permintaan pasar di Medan sangat tinggi. Di lahan tersebut dia juga melibatkan penjaga sekaligus sebagai pengurus di kebun.

Menanam pepaya katanya, sangat menjanjikan selain mudah hasilnya juga lumayan.  Dalam sekali tanam, pepaya dapat dipanen hingga tiga kali selama tiga tahun, serta bisa diremajakan kembali, dengan cara memangkas batangnya dengan aplikasi super S7 akan tumbuh dan berbuah seperti tanaman baru lagi.

Apalagi pepaya dengan sistem organik yang tepat, yaitu dengan menggunakan super S7. Keunggulannya tidak diragukan lagi, bukan hanya untuk pepaya saja tapi juga untuk tanaman lainnya seperti hortikultura, tanaman pangan termasuk juga perkebunan seperti kopi dan durian. "Terbukti setelah saya semprotkan pada pepaya dan durian hasil pertumbuhan bagus", pungkasnya.

Sampai saat ini saya masih terus meggunakan super S7. Pemakaiannya mudah, diaplikasikan dengan cara semprot lagsung ke tanaman, daun maupun batangnya. Begitu juga pada pohon durian terlihat tumbuh subur dan mamu menambah cabang juga tunas baru.

Untuk mencapai hasil yang memuaskan, aplikasi super S7 sebaiknya dilakukan penyemprotan pada pagi hari, setiap seminggu sekali. Kelebihan super S7 yang selain dapat disemprot bisa juga dicor atau disiram ke tanaman. Kesuburanya meningkat walaupun di musim kemarau apalagi saat musim hujan.

Sekarang di kebun yang luasnya 2,5 hektar tersebut terdapat tanaman pepaya (California) 2500 batang dan durian (Montong dan Musangking) sebanyak 200 batang.

Bibit durian dibeli dari Medan dan bibit pepaya dipesan dari IPB Bogor. Tanaman pepaya 2.500 batang saat ini sudah berumur 6 bulan. Pada kedua jenis tanaman tersebut tidak menggunakan kimia, hanya digunakan super S7 selama 2 bulan. Untuk pepaya dan durian digunakan super S7 sebanyak 600 ml yang dilarutkan ke dalam air untuk 4 - 5 tangki. Sebelumnya dia diberikan secara gratis, namun karena manfaatnya bagus, maka digunakan pada semua lahan dengan membayar Rp 25.000 per 600 mili liter.

Untuk durian ada 200 batang, bibitnya dibeli dengan harga Rp 500.000 - 800.000 per batang. Sekarang tingginya 1,5 - 2 meter. Diperkirakan umur 4 tahun durian akan berbuah. Sementara untuk benih pepaya harganya Rp 90.000 per sachet (150 biji).

Sebelumnya tanaman pepaya dan durian tumbuhnya kurang optimal, tapi setelah diaplikasikan menunjukkan kesuburannya meningkat. Super S7 katanya diperoleh langsung dari penemunya Safaruddin, AMd di Aceh Utara, yang juga anggota Maporina Aceh. Selain bermanfaat bagi tanaman super S7 juga baik untuk kesuburan tanah.

BACA JUGA:

"Produk super S7 memang sangat berguna, keunggulannya boleh di buktikan oleh siapa saja dan dimanapun", ujarnya promosi. Disisi lain penemu super S7, Safaruddin menyatakan bahwa produknya bersumber dari senyawa biokimia/organik dengan memanfaatkan mikroba salah satunya dari akar tumbuhan.

Sementara bahan - bahan yang digunakan berasal dari tanaman liar. Atau bahan yang dianggap sebagai gulma  yang selama ini tidak dimanfaatkan. Karena dianggap ilalang yang terdapat dalam semak belukar. Selain itu juga memanfaatkan lalat BSF atau ulat mangot.

Dari bahan bahan  tersebut sambungnya, akan terjadi perombakan unsur biokimia tumbuhan dan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman yang dibudidaya, seperti multi vitamin, ZPT serta Asam amino. Manfaat super S7 juga bisa dijadikan sebagai pestisida nabati  (inteksida, bakterisida dan funggisida). Sehingga dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap perubahan iklim ekstrim seperti kekeringan untuk tanaman padi.  Dengan proses mikro menjadi anabolisme dan katabolisme. Untuk menghasilkan energi yang mudah diserap oleh tanaman.

 Dari beberapa kali hasil percobaan di lahan petani, terjadi perubahan dalam waktu singkat. Biasanya selama lima menit untuk tanaman padi. Pada tanaman keras seperti pohon mangga, dalam beberapa hari terbukti mampu merangsang pertumbuhan bunga lebih cepat. Selain itu khasiatnya juga dapat menghilangkan kutu putih pada tanaman kopi, mangga dan tanaman lainnya.

"Produk ini adalah hasil karya saya sendiri dari beberapa kali percobaan,” ungkap putra kelahiran Alue ie puteh, kecamatan Baktiya, Aceh Utara dengan bangga.

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018