Wednesday, 21 October 2026


Petani Inspiratif Cianjur Terima Penghargaan Presiden, Serukan Dukungan untuk Regenerasi

08 Jan 2026, 11:11 WIBEditor : Gesha

Petani inspiratif dari Cianjur, Aseng, menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya dari Presiden Prabowo, sambil menyerukan dukungan serius bagi regenerasi generasi muda bertani.

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --  Petani inspiratif dari Cianjur, Aseng, menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya dari Presiden Prabowo, sambil menyerukan dukungan serius bagi regenerasi generasi muda bertani.

Aseng, anggota Kelompok Tani Ciraden di Campaka, Kabupaten Cianjur, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya saat menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya dari Presiden Prabowo Subianto. Dengan suara bergetar penuh emosi, Aseng mengungkapkan terima kasihnya kepada berbagai pihak yang mendukungnya selama ini.

“Alhamdulillah, yang diterima oleh saya berupa piagam dan penghargaan. Terima kasih Bapak Endang, PPL Campaka, dan terima kasih Bapak Bupati Cianjur yang sudah mendapatkan piagam ini. Terima kasih banyak,” ujarnya. Kata-kata itu mengalir tulus, mencerminkan rasa bangga sekaligus rendah hati seorang petani yang setiap hari bekerja di sawah.

Aseng kemudian menceritakan pencapaian kelompoknya dalam meningkatkan produktivitas padi. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan penyuluh pertanian dan bantuan benih unggul Pajajaran dari pemerintah.

“Saya mendapatkan bantuan Benih Pajajaran. Biasanya panen sekitar 6,5 ton per hektare, sekarang bisa sampai 8 ton per hektare,” kata Aseng. Menurutnya, kenaikan hasil panen ini membuat kelompok tani merasa lebih termotivasi untuk terus mengelola lahan dengan cara yang lebih modern dan efektif.

Selain itu, Aseng mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Menurutnya, keringanan harga pupuk bersubsidi ini sangat membantu perekonomian petani kecil seperti dirinya. “Dan harga pupuk yang biasanya mahal, sekarang turun 20 persen.

Pupuk murah disubsidi itu sangat membantu buat perekonomian petani,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa harga jual gabah yang cukup tinggi membuat petani bisa lebih tenang dan merencanakan panen berikutnya tanpa khawatir merugi.

Meskipun lahan pribadi yang ia kelola hanya sekitar 500 meter persegi, Aseng tetap optimistis terhadap masa depan pertanian di Indonesia. Apalagi, menurutnya, arahan langsung dari Presiden Prabowo pada acara swasembada pangan memberikan semangat tambahan bagi para petani untuk terus berkarya.

Dalam kesempatan tersebut, Aseng juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Ia menilai perhatian terhadap generasi muda yang ingin bertani masih minim, sehingga keberlanjutan sektor pertanian bisa terancam. “Tolong dukung pemuda dan pemudi agar pertanian Indonesia terus maju. Anak muda perlu diberikan peluang dan motivasi untuk bertani, jangan sampai mereka meninggalkan lahan karena menganggap pertanian tidak menjanjikan,” tegasnya.

Selain Aseng, Presiden Prabowo juga menganugerahi penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada tokoh lintas sektor yang berhasil berkolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan di daerah masing-masing. Beberapa penerima lain termasuk Mohammad Naudi Nurdika, Setyo Wahono, Aep Syaepuloh, Toni Kasmiri, Yugi Bayu Hendarto, Andhi Ardana Valeriandra Putra, Dili Eko Setyawan, Don Muzakir, serta petani inspiratif Mugi Raharjo dan Nurul Hadi dari Indramayu.

Menurut keterangan resmi, Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan dari Republik Indonesia yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau warga negara asing yang telah memberikan darma bakti luar biasa bagi pembangunan, memiliki karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas, dan menjadi teladan bagi orang lain.

Acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan ini sekaligus menjadi ajang untuk menegaskan dukungan pemerintah terhadap para petani. Program-program seperti penyediaan benih unggul, subsidi pupuk, harga jual gabah yang kompetitif, serta lumbung padi nasional diyakini akan terus mendorong ketahanan pangan. Menteri Pertanian, penyuluh, dan tokoh daerah hadir untuk memastikan bahwa setiap kebijakan bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh petani di lapangan.

Bagi Aseng, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus bekerja keras dan menginspirasi petani lainnya di Cianjur. Ia berharap, lebih banyak generasi muda yang mau terjun ke pertanian, sehingga sektor ini tetap hidup dan mampu menjawab tantangan pangan di masa depan.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh anggota kelompok tani Ciraden. Semoga kerja keras kami bisa menjadi contoh bagi petani lain, dan pemerintah terus memperhatikan regenerasi petani,” tutup Aseng.

Dengan dukungan pemerintah yang nyata dan kesungguhan petani, harapan untuk menjaga ketahanan pangan nasional tidak hanya sebatas retorika, tetapi menjadi langkah nyata yang bisa dirasakan masyarakat luas.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018