
Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan sektor pertanian merupakan bukti nyata kerja pemerintah yang konsisten dan membanggakan, meningkatkan kesejahteraan petani serta kepercayaan diri bangsa.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta-- Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan sektor pertanian merupakan bukti nyata kerja pemerintah yang konsisten dan membanggakan, meningkatkan kesejahteraan petani serta kepercayaan diri bangsa.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu contoh nyata keberhasilan kerja pemerintah yang membanggakan sekaligus menjadi fondasi kuat dalam membangun kepercayaan diri bangsa. Pernyataan ini disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Selasa (13/1), seperti dilansir Kementerian Pertanian.
“Saya kira harus diakui, prestasi tim ekonomi dan tim pertanian kita benar-benar membanggakan,” kata Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa capaian sektor pertanian tidak hanya penting dari sisi produksi pangan, tetapi juga menjadi simbol bangsa yang percaya diri, kuat, dan mandiri.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi kebijakan, dan sinergi lintas kementerian serta lembaga sejak awal masa pemerintahannya. Salah satu target besar yang ditetapkan adalah swasembada beras dalam waktu empat tahun.
“Target swasembada beras seharusnya empat tahun, tapi kita capai hanya dalam satu tahun. Ini sesuatu yang tidak diduga-duga siapapun,” ujar Presiden. Keberhasilan ini, menurutnya, tercapai berkat koordinasi kabinet yang solid dan pemangkasan regulasi yang tidak masuk akal.
Salah satu terobosan penting yang diangkat Presiden adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Sebelumnya, birokrasi yang rumit membuat distribusi pupuk lambat dan menyulitkan petani. Pemerintah berhasil menyederhanakan perizinan, memangkas 145 regulasi, dan mempercepat distribusi langsung ke petani dengan mekanisme sederhana menggunakan KTP dan persetujuan kepala desa.
Hasilnya, harga pupuk bersubsidi turun hingga 20 persen, sementara volume distribusi meningkat 700.000 ton, memastikan pupuk tersedia dan terjangkau bagi petani. Presiden juga menegaskan bahwa pabrik pupuk tetap memperoleh keuntungan wajar sekitar 5 persen, sehingga keberlanjutan industri tetap terjaga.
Keberhasilan reformasi pupuk berdampak langsung pada sektor perberasan nasional. Menurut Presiden, saat ini kondisi petani beras berada pada fase terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia, baik dari sisi produksi, cadangan, maupun kesejahteraan.
“Nilai tukar petani naik dari 106 persen menjadi 125 persen, tertinggi dalam sejarah. Produksi beras juga mencapai rekor tertinggi, begitu pula cadangan pangan nasional,” kata Presiden Prabowo. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang berpihak pada rakyat mampu meningkatkan penghasilan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara merdeka. Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar soal cukup makan, tetapi juga fondasi untuk menjaga martabat bangsa dan melindungi rakyat.
“Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Tidak masuk akal jika suatu negara ingin merdeka tapi tergantung makan dari luar,” tegas Presiden.
Prabowo berharap keberhasilan sektor pertanian dapat menjadi contoh bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera. Keberanian melakukan reformasi serta keberpihakan nyata kepada rakyat, menurutnya, menjadi kunci sukses yang harus diterapkan lintas sektor.
Dengan capaian ini, pemerintah menunjukkan bahwa kerja nyata, kebijakan yang konsisten, dan sinergi antar lembaga mampu mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok negeri.