Tuesday, 06 October 2026


Nanik S. Deyang, Komandan Baru Dapur MBG

03 Jun 2026, 13:54 WIBEditor : Yulianto

Nanik S Deyang, Kepala BGN yang baru

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Di tengah banyak persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden Prabowo Subianto membuat kejutan dengan mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Selasa (2/6). Presiden menunjuk Nanik S. Deyang menjadi komandan baru lembaga yang pemerintah bentuk saat ada program BGN tersebut.

Selain Nanik, seperti diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Presiden juga menunjuk Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. untuk memperkuat struktur manajerial badan yang mengelola hajat hidup puluhan juta penerima manfaat tersebut. Langkah ini sebagai salah satu upaya membenahi pelaksanaan program yang menjadi andalan pemerintah tersebut.

Siapa sebenarnya Nanik S Deyang? Di BGN sebenarnya Nanik bukanlah orang baru. Dirinya sebelumnya adalah Wakil Kepala BGN yang dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. pada 17 September 2025 lalu. Saat itu, Nanik mendapat amanah sebagai Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Selama mengemban jabatan tersebut, ia aktif melakukan pemantauan lapangan, evaluasi efisiensi anggaran, hingga penutupan unit-unit dapur pelayanan gizi yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan. Bahkan dirinya tak segan untuk mensuspend Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dianggap tak layak dan keluar dari SOP (Standar Operasional Prosedur) BGN.

Data BGN sampai 29 Mei 2026, BGN telah menghentikan sementara operasional atau melakukan suspend terhadap ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Hitungnya sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 sampai 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend. Dari jumlah tersebut, 5.969 SPPG telah kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi.

Seorang Jurnalis

Melihat jejak perjalanan Nanik, Sarjana Biologi Universitas Negeri Soedirman ini memulai karier profesionalnya sebagai jurnalis lapangan di Tabloid Bangkit di bawah naungan Kompas Gramedia. Dengan pengalaman di Kompas Grup, Ia kemudian merambah level manajemen korporasi pers dengan menduduki sejumlah posisi strategis di perusahaan media Kelompok Media Peluang.

Nanik menjabat Pemimpin Umum Majalah Femme, Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, serta Komisaris di Tabloid Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic. Rekam jejak panjangnya di industri media cetak nasional selama belasan tahun membentuk kompetensi utamanya dalam aspek komunikasi publik, investigasi, dan tata kelola organisasi.

Di dunia pemerintahan dan politik, Nanik yang lahir 3 Januari 1968 bukanlah orang baru.  Kiprah politiknya di tingkat nasional mulai dikenal luas ketika ia bergabung dalam lingkaran inti pendukung Prabowo Subianto.

Pada Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno. Ia juga aktif sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Kedekatan dan konsistensinya dalam mengawal visi politik tersebut mengantarkannya pada berbagai peran strategis di pemerintahan baru bentukan Presiden Prabowo Subianto. Setelah kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, Nanik mulai memasuki ranah birokrasi pemerintahan pusat.

Setelah terpilihnya Prabowo pada pemilihan Presiden Indonesia tahun 2024, Nanik dipercaya menjadi Wakil Kepala I Badan Perencanaan Pengentasan Kemiskinan (Oktober 2024–September 2025). Di lembaga non-kementerian tersebut, ia bertugas mendampingi Budiman Sudjatmiko guna merumuskan program-program strategis jaring pengaman sosial dan penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Pada 12 Juni 2025, karier eksekutif Nanik merambah ke sektor korporasi milik negara. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk dirinya menduduki posisi sebagai Komisaris Independen di perusahaan minyak dan gas bumi nasional, PT Pertamina (Persero). Mendapat posisi sebagai komisaris, Nanik diminta untuk memperkuat fungsi pengawasan kepatuhan korporasi dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Nasib orang memang tidak ada yang pernah tahu. Meski baru sekitar setahun menjadi Wakil Kepala I Badan Perencanaan Pengentasan Kemiskinan, pada 17 September 2025, Nanik yang pernah menimba ilmu S2 Ilmu Kehutanan di UGM, mendapat tugas baru menjadi Wakil Kepala BGN.

Dengan gaya yang lugas, amanah besar menyukseskan Program MBG kini ada dipundak Nanik S. Deyang. Pemerintah telah menetapkan target 55,1 juta penerima manfaat program MBG, ada 19.188 Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) yang perlu diawasi dan menertibkan SPPG yang melanggar SOP.  

Sebagai Komandan Baru Dapur MBG, Nanik menyimpan banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan di BGN.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018