Thursday, 22 October 2026


Bersih-bersih BGN Dimulai! Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG, Pecat 261 Pegawai Bermasalah

27 Jul 2026, 19:06 WIBEditor : Gesha

Baru dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono langsung menggebrak dengan menutup 833 dapur MBG dan memecat 261 pegawai bermasalah.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta –  Baru dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono langsung menggebrak dengan menutup 833 dapur MBG dan memecat 261 pegawai bermasalah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mulai melakukan pembenahan besar-besaran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Langkah ini dilakukan agar makanan yang diterima anak-anak sekolah benar-benar aman dikonsumsi, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan.

Bagi petani dan pelaku usaha pangan yang menjadi pemasok bahan baku MBG, kebijakan ini menjadi pesan penting bahwa pemerintah tidak hanya membutuhkan pasokan dalam jumlah banyak, tetapi juga kualitas yang baik. 

Artinya, sayuran, beras, telur, ikan, daging, hingga buah-buahan yang masuk ke dapur MBG harus berasal dari proses pengolahan yang bersih dan aman.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026), Sudaryono mengumumkan sebanyak 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG ditutup permanen karena terbukti melanggar standar yang telah ditetapkan pemerintah.

"Dapur yang di-suspend secara permanen ini bukan seperti sebelumnya. Kalau sekarang sudah suspend, tutup, tidak dibayar. Ini betul-betul suspend karena pelanggaran," tegas Sudaryono.

Ia menjelaskan, dari total dapur yang ditutup, sebanyak 98 dapur berada di Wilayah I Sumatra, 311 dapur di Wilayah II Jawa dan Madura, serta 424 dapur di Wilayah III. 

Dapur-dapur tersebut tidak lagi menerima pembayaran dari pemerintah karena dinilai gagal memenuhi standar operasional.

Menurut Sudaryono, pelanggaran yang ditemukan bukan persoalan sepele.

Ada dapur yang kebersihannya buruk, sanitasinya tidak memenuhi syarat, kualitas makanan tidak sesuai standar gizi, hingga terjadi kasus keracunan makanan. 

Bahkan, sebagian dapur belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menjadi syarat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Jadi dapur di-suspend terkait higienis, keracunan, kualitas tidak memenuhi standar dan tidak baik," ujarnya.

Meski begitu, Sudaryono memastikan anak-anak penerima manfaat tetap mendapatkan makanan bergizi. 

BGN mengalihkan distribusi makanan ke dapur lain yang memenuhi standar sehingga layanan MBG tetap berjalan.

Bagi petani, kebijakan ini juga menjadi peluang. Dapur MBG yang memenuhi standar akan membutuhkan bahan pangan segar dan berkualitas setiap hari. 

Karena itu, hasil panen yang bersih, bebas cemaran, dipanen pada waktu yang tepat, dan dikirim dalam kondisi segar akan semakin dibutuhkan.

Selain menutup ratusan dapur, Sudaryono juga melakukan pembenahan di internal BGN. 

Sebanyak 261 pegawai non-ASN diberhentikan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin. Jumlah tersebut terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.

"Per hari ini kami mencoba untuk bersih-bersih. Kami mencoba untuk kemudian yang melanggar kami berikan sanksi," kata Sudaryono.

Tidak hanya itu, BGN juga sedang memproses sembilan ASN dan PPPK yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berat sehingga berpotensi diberhentikan. 

Sementara 39 ASN dan PPPK lainnya dikenai sanksi disiplin ringan berupa mutasi, demosi, hingga sanksi administratif.

Menurut Sudaryono, pelanggaran yang ditemukan beragam, mulai dari ketidakdisiplinan, dugaan keterlibatan judi online, hingga indikasi penyalahgunaan uang negara.

Ia menegaskan langkah tegas tersebut dilakukan agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Pemerintah tidak ingin ada oknum yang merusak program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia sekaligus membuka pasar bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Sudaryono menambahkan, ada tiga fokus utama yang kini dijalankan BGN, yaitu membersihkan praktik penyimpangan di internal lembaga, memastikan makanan yang diterima masyarakat memenuhi standar gizi dan keamanan pangan, serta memperkuat transparansi dengan melibatkan masyarakat dalam pengawasan.

"Kami mengakui masih ada kekurangan yang harus diperbaiki. Tetapi kami ingin memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018