Sabtu, 15 Desember 2018


Dr. Arif Satria S.Pi, M.Si : Regenerasi Petani dengan Pendidikan dan Kepemimpinan

24 Sep 2018, 16:25 WIBEditor : Gesha

Dr. Arif Satria S.Pi, M.Si, Rektor IPB Tahun 2017-2022 | Sumber Foto:Gesha

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Isu regenerasi pertanian sangatlah menarik untuk ditelisik, terlebih disaat Indonesia mengalami bonus demografi. Pucuk pimpinan terbaru dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria menilai salah satu jalan regenerasi petani yang bisa ditempuh saat ini adalah dengan pendidikan dan kepemimpinan.

Berdasarkan survei dan penelitian yang telah dilakukan Institut Pertanian Bogor, generasi muda yang saat ini bergerak dan menggeluti pertanian hanya sekitar 39%.

Kondisi tersebut merupakan lampu kuning yang sudah diwaspadai dan sudah saatnya mempersiapkan petani muda di masa depan yang kuat bahkan berkategori technopreneur yaitu mampu mengembangkan pertanian berdasarkan inovasi-inovasi pertanian yang ada.

Diakui lelaki kelahiran Pekalongan, 17 September 1971 dan menjadi penasihat untuk Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu, regenerasi petani sangat berkaitan erat dengan peningkatan lapangan kerja di sektor pertanian.

Namun, hal itu dinilai tak mudah. Pasalnya, penambahan tenaga kerja di sektor pertanian harus berhadapan dengan realitas penyusutan lahan pertanian yang terjadi.

Belum lagi, kesejahteraan petani yang belum terealisasi hingga sekarang dan mempengaruhi proses regenerasi petani. “Pekerjaan petani dianggap belum menjamin kesejahteraan sehingga menjadi lambannya regenerasi,” tukas rektor yang dikenal aktif menulis mengemukakan gagasannya di beberapa media nasional ini.

Dibesarkan di lingkungan almamaternya, Arif Satria sangat mengerti jika penciptaan petani modern maupun milenial sebenarnya bisa dilakukan melalui jalur pendidikan formal.

Namun, penyadaran generasi muda akan pentingnya sektor pertanian perlu diterapkan sejak dini atau setidaknya sekolah dasar sehingga mempermudah inovasi teknologi di bidang pertanian serta pemahaman dasar tentang konsep pertanian itu sendiri.

Penumbuhan wirausahawan pertanian diakui Arif Satria juga bisa menjadi jalur penarik minat generasi muda berkecimpung dunia tani.  Karenanya, pencetakan wirausahawan pertanian harus ada pendampingan dan ada mentoring, proses inkubasi dan tahapan lainnya sebagai proses persiapan menjadi pelaku usaha.

“Menjadi seorang pengusaha bukanlah karena accident (kebetulan) belaka tetapi dirancang dengan sebaik-baiknya. Hingga sekarang pertumbuhan wirausahawan pertanian dari IPB khususnya baru 7%. Tapi dengan dorongan dan dukungan setidaknya ditargetkan sampai 15%,” tuturnya.

Reporter : Gesha
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018