Kamis, 18 Oktober 2018


Dr. Arif Satria S.Pi, M.Si : Regenerasi Petani dengan Pendidikan dan Kepemimpinan

24 Sep 2018, 16:25 WIBEditor : Gesha

Dr. Arif Satria S.Pi, M.Si, Rektor IPB Tahun 2017-2022 | Sumber Foto:Gesha

Techno-sosio-enterpreneur

Menjadi rektor muda dari sebuah institusi pendidikan pertanian yang sudah mumpuni ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi Arif Satria. Dirinya bahkan sudah siap dan tahu akan membawa nakhoda IPB ke arah mana.

Dewan Pakar Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PSPI) ini menuturkan ingin menjadikan IPB sebagai techno-sosio-enterpreneur­ university. Dimana alumni dan civitas akademika dari IPB technopreneur mengembangkan bisnis enterprise dan sociopreneur mengembangkan socioenterprise seperti pembangunan masyarakat, mengorganisir petani dan kewirausahaan sosial.

Banyak langkah yang akan dilakukan oleh Arif Satria yang kini berjuluk Rektor Millenials. “Salah satu diantaranya dari sisi input (masukan) dari sumberdaya manusia yang akan masuk ke IPB. Kita akan ada jalur undangan khusus kepemimpinan bagi ketua-ketua Osis disamping jalur undangan akademik maupun SPMB,” tuturnya.  

Mereka (ketua Osis) diakui oleh Arif Satria sudah memiliki modal yang kuat dalam leadership, soft skill millennium dan berkarakter baik.

Arif menilai jika Ketua Osis ini memiliki kemampuan (soft skill) yang berbeda dibandingkan dengan yang lainnya seperti kemampuan komunikasi, kemampuan negosiasi dan lain sebagainya. “Kelebihan-kelebihan itulah yang tidak dipoles terlalu jauh,” tutur Arif.

Langkah kedua dengan perbaikan kurikulum yang ada di IPB, dimana harus mampu untuk membuat mahasiswa mencintai profesi petani karena keilmuannya mampu memberikan solusi atas segala masalah-masalah di lapangan.

“Nantinya mahasiswa IPB bisa memahami masalah dengan baik karena bersentuhan langsung dan turun lapang. Disaat bersamaan ia mendapatkan ilmu dan tahu persis ilmunya itu untuk apa dan solusi seperti apa. Dari situ bisa merasakan bahwa keilmuannya bermanfaat besar,” beber Arif. 

Pada akhirnya, mahasiswa akan bisa menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih kuat lagi dan dahsyat untuk bisa memecahkan masalah penggerakan ekonomi rakyat dan memperkuat industri nasional.

Tak hanya sekedar penciptaan inovasi semata, Arif juga memikirkan bagaimana menciptakan agripreneur di era digital sekarang dan masa depan.

Karenanya, mantan Direktur Riset dan Kajian Strategis IPB ini mempersiapkan start up school yang bertugas mempersiapkan innovator dan agripreneur agar bisa siap serta matang memasuki bidang usaha pertanian modern.

“Disana juga ada inkubasi bisnis dan bisa mengembangkan start up dengan teknologi digital yang mumpuni dengan menggandeng mitra,” paparnya.

Reporter : Gesha

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018