Senin, 22 April 2019


Fahnida Penyuluh Serba Bisa dari Amuntai Tengah

22 Jan 2019, 14:12 WIBEditor : Ahmad Soim

Fahnida PPL di Amuntai Tengah | Sumber Foto:Sumardi

Semula masing masing anggota memelihara 100 ekor itik. Dengan motivasi Fahnida, anggota peternak itiknya bertambah menjadi 20 orang dengan rata-rata perorang memelihara 500 – 1000 ekor.



 TABLOIDSINARTANI.COM, Hulu Sungai Utara - Fahnida mengupayakan perubahan  perilaku petani dalam mengabdosi inovasi teknologi. Teknologi jajar legowo, penggunaan traktor dalam mengolah tanah, penggunaan combine harvester (mesin panen) dan penggunaan cultivator ia suluhkan kepada para petani binaanya.

Penyuluh Pertanian (PPL) dari Amuntai Tengah ini pun berhasil mendorong peningkatan produksi padi di wilayahnya. Pada tahun 2017, produksi padi di Amuntai Tengah meningkat sebesar 21 persen.

Fahnida juga membina usaha ternak itik alabio yang dikelola  10 orang peternak.  Semula masing masing anggota memelihara 100 ekor itik.  Dengan motivasi Fahnida, anggota peternak itiknya bertambah  menjadi 20 orang dengan rata-rata perorang memelihara 500 – 1000 ekor. Mereka juga sudah memiliki mesin tetas swadaya yang berkapasitas 2000 butir dengan keberhasilan 75 % menghasilkan anak itik.

Telur yang diperoleh dipasarkan peternak dalam bentuk telur konsumsi, telur olahan maupun telur untuk ditetaskan. Bila telur itik  melimpah, maka telur tersebut  diolah dalam bentuk telur asin dengan berbagai rasa.

Fahnida juga membina Kelompok Wanita Tani. Mereka diajarkan membuat  kerajinan tangan berupa tas, dompet, topi, keranjang belanja dan lain-lainnya yang berasal dari anyaman tanaman puren yaitu tanaman yang tumbuh dengan subur di daerah rawa bentuknya menyerupai alang-alang.

Tanaman tersebut diambil dan dijemur lalu dibentuk berupa seuntas tali dan dilakukan anyaman. Hasil yang sudah jadi dalam bentuk tas, topi dll sudah dipasarkan ke galeri-galeri toko yang menjual souvenir di mal maupun pasar tradisonal.

Fahnida  juga   membiasakan diri untuk memberikan penyuluhan  di saung tani yaitu tempat berkumpulnya para petani untuk bertemu dan membicarkan sesuatu permasalahan di ruang terbuka. Dengan maksud agar masyarakat di sekitar kelompoktani dapat melihat kegiatan pertanian.


Fahnida mengawali kariernya di pertanian sebagai Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) tahun 2007 Angkatan Pertama dengan 5 Wilayah Binaan dan Jumlah kelompok tani yang dibina sebanyak 13 kelompok   di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

 

BACA JUGA:

> Festival Buah Langka Diserbu Pengunjung

> Buah Surga Antarkan Warta Menginjak Tanah Suci

> Bermitra dengan Perusahaan, Petani Teh Terima KUR Rp 100 Juta



Fahnida dilahirkan di kota Haruai pada tanggal 30 Desember 1983 memang bercita – cita menjadi pelaku pembangunan pertanian digarda terdepan yaitu sebagai penyuluh pertanian oleh karena itu dia mengikuti ujian Pegawai Negri Sipil (PNS) pada tahun 2009 dan berkat doa teman-temannyanya dan keuletannya dalam penyelesaian ujian maka diterimalah sebagai Penyuluh Pertanian PNS terhitung mulai tanggal (TMT) 1 April 2009 dengan penempatan wilayah kerja di Kecamatan Amuntai Tengah. Wilayah binaannya adalah desa Sungai Karias dengan membina 4 kelompok tani dan 1 gapoktan dan kelurahan Antasari dengan 4 kelompok tani dan 1 gapoktan.

Sejak tahun 2007 hingga 2018, kelompok tani yang pernah dibina berjumlah kurang lebih 73 kelompok tani dan 10 Gapoktan. Komoditi yang dibina antara lain tanaman pangan (padi, jagung, ubi alabio), hortikultura (kacang tanah, cabe besar, bawang merah) dan ternak (Itik). Selama bertugas telah menumbuhkan 9 kelompok tani/ternak baru dan 7 kali memfasilitasi kelompok dalam pembaruan kepengurusan kelompok tani dan Gapoktan.

Reporter : Sumardi
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018