
Sebanyak 22 koordinator PPL dan 7 PPL Kabupaten Cilacap audensi dengan Kapusluh Pertanian Siti Munifah di Jakarta
TABLOIDSINARTANI.COM - Pemerintah Kabupaten Cilacap Jawa Tengah menugaskan 22 koordinator penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan 7 orang penyuluh pertanian kabupaten beraudensi dengan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah untuk penguatan kelembagaan penyuluhan pertanian.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah sangat mengapresiasi atas kunjungan audensi ini. Siti Munifah menekankan kepada mereka bahwa penguatan kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan dan desa sangat penting. "Agar PPL dan kelembagaan penyuluhan di kecamatan dan di pedesaan bisa terus bersinergis dalam mengawal program pembangunan pertanian dan penumbuhan/regerasi petani," tambahnya.
Selain itu, BPP diharapkan juga dapat mendorong peningkatan mutu dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian yang akhirnya dapat meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian, membangun keswadayaan dan kemandirian petani serta pengusaha tani di wilayah kerjanya masing-masing agar pola pikirnya dapat menghadapi persaingan di bidang pertanian regional maupun global.
BACA JUGA:
> Dapatkan Sparepart dan Pelayanan Alsintan di Aplikasi UPJA Smart Mobile
> Presiden Joko Widodo Bahas THL Penyuluh Pertanian di Istana Bogor
> Ditjen PSP Kementan Optimalkan Program LP2B di16 Provinsi
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) lanjut Siti Munifah merupakan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di kecamatan non Struktural, yang berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi para penyuluh pertanian, petani dan pelaku usahatani. Dengan peran yang strategis BPP harus mampu mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan pembangunan pertanian di Wilayah Kecamatan dengan stake holder lainnya.
Selain sebagai Kelembagaan Penyuluhan Pertanian terdepan dan tempat koordinasi BPP juga harus mampu mengawal kegiatan pembangunan pertanian di Kecamatan, salah satunya penumbuhan petani milenial, tersebut sangat membutuhkan peran optimal BPP. Pembangunan Sumberdaya manusia dimulai dan diarahkan untuk membangun kapasitas prima pelaku utama agar mampu memiliki daya saing, dalam mengelola usahatani modern, dan mampu menjawab tantangan pertanian yang berkelanjutan terutama untuk regerasi petani. Regenerai petani diharapkan dapat menumbuhkan petani muda yang mampu bergerak menumbuhkan kelembagaan Ekonomi petani.