Sabtu, 17 Agustus 2019


Pemda Jombang Perkuat Penyuluh Pertanian dan BPP

21 Jun 2019, 13:09 WIBEditor : Ahmad Soim

Temu Tugas PPL di Jombang | Sumber Foto:Joko Samiyono

Masyarakat pertanian dan masyarakat lainnya pada umumnya di Kabupaten Jombang sangat menyambut baik dengan existensi BPP yang berjumlah 14 BPP dan yang akan ditambah pada tahun 2019 sebanyak 3 BPP


TABLOIDSINARTANI.COM - Kabupaten Jombang Jawa Timur meningkatkan kapasitas SDM Penyuluh Pertanian sehingga para PPL bisa fokus dalam tugas dan perannya di lapangan dan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di tingkat kecamatan.

Dalam Temu Tugas Penyuluh Pertanian di Jombang (19/6) Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah mengatakan sesuai Undang Undang Nomor: 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan  Daerah, Sistem Penyelenggaraan Penyuluhan pertanian mengalami perubahan mulai dari Provinsi, Kabupaten/kota dan Kecamatan. "Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Pemerintah terdepan di kecamatan mempunyai tugas dan fungsi yang tidak mungkin dikerjakan lembaga lain selain BPP," tambah Siti Munifah yang diwakili Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluhan PertanianJoko Samiyono di BPP Jogoroto.

Peningkatan kapasitas PPL dan BPP antara lain dengan Diklat, Uji Kompetensi, Sertifikasi Profresi, Magang/Seminar/Workshop/Bimtek/Lokakarya sehingga sebagai profesi penyuluh pertanian fokus dalam tugas dan perannya di lapangan dan BPP.

Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 520/2017 perihal Pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang penyediaan aparaturnya menjadi kewenangan Pemerintah serta Penguatan fungsi penyuluhan pertanian dan Penyuluh Kehutanan, mengamanatkan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian di kecamatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai unit kerja non struktural dengan wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan.

Pembangunan pertanian sebagai bagian integral dari pembangunan nasional mempunyai peranan strategis tersebut dalam mewujudkan swasembada pangan dalam penyediaan pangan, bahan baku industri, peningkatan eksport dan devisa negara, penyediaan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraannya tidak terlepas dari peran Penyuluh Pertanian,  BPP, Poktan/Gapoktan.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jombang. Dalam kesempatan dialog interaktif Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas Pertanian, Pimpinan BPP Jogoroto, Perwakilan Gapoktan, Akademisi, Saka Taruna Bumi, Perwakilan Kementerian Pertanian, Penyuluh Pertanian, Petani dan masyarakat lainnya dari Kabupaten Jombang, pada kesempatan dialog Bupat dan Wakil Bupati sangat mendukung dan sepakat untuk meningkatkan Kapasitas SDM Penyuluh Pertanian dan BPP dengan peningkatan sarana prasarana BPP agar mampu menjawab Visi Misi program pembangunan pertanian Kabupaten Jombang.

Masyarakat pertanian dan masyarakat lainnya pada umumnya di Kabupaten Jombang sangat menyambut baik dengan existensi BPP yang berjumlah 14 BPP dan yang akan ditambah pada tahun 2019 sebanyak 3 BPP, dengan dukungan Penyuluh Pertanian sebanyak PNS 78 orang, THl-TB Penyuluh Pertanian 62 orang dan Penyuluh Pertanian Swadaya 306 orang diharapkan pelayanan kepada petani lebih baik.


Kapusluhtan, Siti Munifah,   menyerukan agar Penyuluh Pertanian proaktif terhadap berbagai perkembangan pembangunan pertanian, tanggap dengan kebutuhan kelompok petani binaannya yang kemudian dapat membukakan akses ke pihak terkait untuk solusinya, serta tidak gaptek agar mampu menjadi SDM pertanian yang eksis di era Revolusi Industri 4.0.

Oleh itu peran BPP sebagai Pusat Koordinasi dan Sinkronisasi program dan kegiatan pembangunan pertanian; Pusat Data dan Informasi Pertanian; Pusat Pembelajaran; Pusat Konsultasi Agribisnis; dan Pusat Pengembangan Kemitraan Usahatani harus mampu menjawab tantangan era industri 4.0, selain itu BPP harus mampu mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan pembangunan pertanian di wilayah Kecamatan dengan stake holder lain, agar pemdampingan dan pengawalan program pembangunan berjalan efektif dan efisien sehingga produksi meningkat, pendapatan petani meningkat dan sejahtera bersama keluarganya.

 

Reporter : Joko Samiyono
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018