Sabtu, 17 Agustus 2019


Menguatkan Kapasitas BPP, Mengangkat Kapasitas Petani

13 Jun 2019, 13:56 WIBEditor : Ahmad Soim

Penyuluh Pertanian (PPL) meningkatkan kapasitasnya untuk meningkatkan kualitas SDM Petani | Sumber Foto:Joko Samiyono

Oleh Joko Samiyono – Kabid Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluhan, Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian

 

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA - Petani sebagai pelaku utama dalam pembangunan pertanian layak mendapatkan pelayanan maksimal dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di setiap kecamatan di seluruh Indonesia. Agar mereka, para petani,  yang menjadi ujung tombak dari keberhasilan pembangunan di bidang pertanian juga semakin sejahtera.

Ada tujuh fungsi yang diemban setiap Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).  Sebagai Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan dalam mengawal program pembangunan  pertanian, BPP menjalankan 7 fungsinya. Pertama, penyusunan programa penyuluhan pertanian di tingkat Kecamatan yang sejalan dengan program penyuluhan pertanian Kabupaten/kota. Kedua, pelaksanaan penyuluhan pertanian berdasarkan program penyuluhan.

Ketiga, penyediaan dan menyebarkan informasi teknologi, sarana produksi, pembiayaan dan pasar. Keempat, fasilitasi pengembangan kelembagaan dan kemitraan pelaku utama dan pelaku usaha. Kelima, peningkatan kapasitas Penyuluh Pertanian melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan. Keenam, tempat pembelajaran sesuai dengan metode penyuluhan pertanian bagi pelaku utama dan pelaku usaha secara berkelanjutan. Ketujuh, pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program penyuluhan pertanian.

Dengan ketujuh fungsinya itu,  unit kerja non struktural di kecamatan ini,  berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi para penyuluh pertanian, petani dan pelaku usahatani. Di unit kerja ini, BPP  harus mampu mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan pembangunan pertanian di Wilayah Kecamatan dengan stake holder lainnya.

Di desa/kelurahan yang merupakan wilayah kerjanya, BPP harus terus meningkatkan kapasitas pelaku utama, diantaranya dengan menjalankan Rembug Tani. Hasil dari Rembug Tani  digunakan sebagai bahan untuk penyusunan  programa tingkat desa dan untuk menyusun Rencana Definitif Kelompok (RDK) dalam 1 (satu) tahun. 

Di Desa, melalui PPL, BPP membuat Demplot Penyuluhan. Kegiatan Demplot dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam  pembelajaran petani melalui Sekolah Lapang (SL) sebagai media laboratorium lapangan.  Demplot ini diharapkan tindaklanjuti dengan membuat sebagai Sekolah Lapang  (SL) dengan kegiatan Farm Field Day (FFD) di dalamnya menghadirkan para petani. FFD menyampaikan keberhasilan yang dilaksanakan dalam kegiatan Demplot.

Pada tahun 2019, upaya penguatan BPP dilaksanakan Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di 1550 BPP di 34 Provinsi. Kementan dalam penguatan BPP ini di antaranya memberikan  Bantuan Pemerintah (Banper)  untuk meningkatkan administrasi BPP, admintrasi buku bank milik BPP,  pembelian paket data, pencetakan display/papan data, dan pengadaan konsumsi serta bantuan transport.

Dengan program penguatan BPP ini, akan  dapat mendorong kapasitas penyuluh pertanian, membangun keswadayaan dan kemandirian petani serta pengusaha tani di wilayah kerjanya masing-masing agar pola pikirnya dapat menghadapi persaingan di bidang pertanian regional maupun global. Pada akhirnya akan dapat meningkatkan mutu  pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian.

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018