Wednesday, 21 October 2026


Kisah Purwanto, Penyuluh Pertanian Sleman yang Siap Dampingi Petani 24 Jam

07 Sep 2026, 08:40 WIBEditor : Gesha

Bagi Purwanto (54), menjadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bukan sekadar menjalankan pekerjaan. Ada tanggung jawab untuk terus berada di sisi petani, bahkan ketika jam kerja sudah berakhir.

TABLOIDSINARTANI.COM, Sleman---Bagi Purwanto (54), menjadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bukan sekadar menjalankan pekerjaan. Ada tanggung jawab untuk terus berada di sisi petani, bahkan ketika jam kerja sudah berakhir.

Purwanto merupakan PPL yang bertugas mendampingi petani di Kalurahan Lumbungrejo dan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. 

Ia bahkan menyebut siap melayani petani 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.

“Pertanian tidak mengenal hari libur maupun batas waktu,” kata Purwanto saat ditemui di sebuah dangau di Dusun Karanglo, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, persoalan di sektor pertanian bisa muncul kapan saja. 

Begitu pula dengan kegiatan kelompok tani yang tak selalu mengikuti jam kerja formal.

“Pertemuan kelompok tani tidak mengenal hari libur. Sedangkan masalah pertanian bisa muncul setiap saat, karenanya saya harus selalu siap melayani petani 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Purwanto tak hanya memberikan materi kepada petani. 

Ia juga berperan sebagai pendamping, penghubung, sekaligus mitra petani ketika menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

Pengalaman sejak 2018 sebagai petugas PPL membuatnya cukup memahami beragam persoalan yang dihadapi petani. 

Mulai dari teknik budidaya, pemilihan bibit, penggunaan pupuk hingga pengendalian hama tanaman.

Salah satu hal yang terus ia ingatkan kepada petani adalah pentingnya pola tanam.

Menurut Purwanto, petani sebaiknya tidak menanam satu jenis tanaman secara terus-menerus hanya karena hasilnya sedang bagus.

Pola tersebut berpotensi membuat siklus hidup hama terus bertahan di lahan.

Karena itu, ia mendorong petani menerapkan pola tanam bergilir dengan jenis tanaman berbeda. 

Cara tersebut diharapkan dapat memutus siklus hidup hama sehingga serangannya lebih mudah dikendalikan.

Selain persoalan pola tanam, Purwanto juga mendampingi petani dalam memilih teknik budidaya yang dinilai lebih baik dan ramah lingkungan.

Ia memberikan pemahaman mengenai penggunaan bibit unggul yang lebih tahan terhadap penyakit, pemakaian pupuk nonkimia, hingga pengendalian hama tanaman dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Bagi Purwanto, keberhasilan seorang penyuluh bukan hanya ketika materi penyuluhan selesai disampaikan. 

Ukuran keberhasilan justru terlihat ketika petani bersedia mencoba dan mendapatkan hasil dari apa yang telah dipelajari.

“Yang paling membahagiakan adalah ketika petani mau mencoba apa yang kita sampaikan, lalu hasilnya berhasil dan produksinya meningkat,” tutur Purwanto.

Dedikasi tersebut membuat peran Purwanto tak berhenti sebagai penyampai informasi pertanian. 

Di tengah aktivitas petani yang berlangsung mengikuti kondisi lahan dan musim, ia berupaya hadir sebagai sosok yang bisa dihubungi ketika persoalan muncul.

Bagi petani di Lumbungrejo dan Pondokrejo, keberadaan penyuluh seperti Purwanto menjadi bagian penting dalam proses pendampingan usaha tani. 

Sebab di balik produksi pertanian yang terus berjalan, ada penyuluh yang ikut memastikan petani tak berjalan sendirian.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018