Sabtu, 25 Mei 2019


Bambang Irianto, Eksportir yang Mengelola 400 Rumah Sarang Burung

12 Peb 2019, 14:11 WIBEditor : Ahmad Soim

Bambang Irianto dan sarang burung walet yang diekspornya | Sumber Foto:Istimewa

Perusahan sarang burung wallet yang dikelola Bambang Irianto memiliki 400 rumah wallet ada di Kalteng, Kalsel, Jawa, Banten dan Lampung.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Di lihat dari udara, terlihat sebuah rumah burung yang begitu indah. Berada di kawasan pepohonan yang hijau, pertanian yang subur dan sungai yang jernih. Jauh dari perkotaan. “Menurut penelitian sarang burung yang terbaik selalu memiliki efektivitas yang lebih baik bagi kesehatan manusia,” kata Bambang Irianto Direktur PT Adipura Mranata Jaya yang bergerak dalam produksi dan ekspor sarang burung.

Untuk menghasilkan sarang burung terbaik maka perusahaan ini menerapkan sistem budidaya dan pengolahan yang terintegrasi, meliputi pemilihan tempat rumah burung wallet yang terbaik, bebas dari polusi, daerah subur, jauh dari perkotaan dan tidak menggunakan bahan tambahan kecuali air dalam prosesingnya.

Lebih dari 80 persen produksi sarang burung Indonesia selama ini diekspor ke Tiongkok, melalui   Hongkong dan Singapura. Namun pada tahun 2010, ekspor sarang burung wallet ke China bemasalah. Isunya terdapat zat kimia nitrit.  Semua ekspornya ke China distop oleh Tiongkok. Padahal nitrit tersebut bukan ditambahkan, melainkan alami.

Bambang Irianto dengan organisasinya Persatuan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) bersama Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian aktif bernegoisasi dengan Kementerian Perdagangan China. Pada tahun 2010, mereka bertemu Menteri Perdagangan China dan Menteri Perdagangan Indonesia  untuk lobi membuka pasar ekspor sarang burung Indonesia ke China. Menggagas ekspor langsung dari Indonesia ke China, tidak lagi melalui Singapura atau Hongkong. Pada tahun 2012 disepakati untuk membuat MoU. Kesepakatan kandungan nitrit di bawah 30 ppm bisa diterima, ada persetujuan dari pemerintah China, memenuhi standar  HACCP, ada verifikasi dari Instalasi Karantina Hewan (IKH) Indonesia, Verifikasi Kesmavet dan disetujui Kementerian Perdagangan. 

Pada tahun 2015, Indonesia  bisa ekspor sarang burung langsung ke Tiongkok, sehingga tidak perlu melalui Hongkong dan Singapura. Dengan demikian harga sarang burung bisa kembali stabil naik dan para petani maupun prosesing kembali bergairah untuk berbisnis di sarang burung sampai sekarang ini. Secara tidak langsung saat ini devisa negara dari bidang pertanian menanjak tajam dari hasil ekspor sarang burung.

 

BACA JUGA:

> Dapatkan Sparepart dan Pelayanan Alsintan di Aplikasi UPJA Smart Mobile

> Presiden Joko Widodo Bahas THL Penyuluh Pertanian di Istana Bogor

> Ditjen PSP Kementan Optimalkan Program LP2B di16 Provinsi

 

Waktu itu ada 8 eksportir sarang burung yang mengajukan, 6 di antarnya disetujui.  Pada tahun 2018, sudah 21 eksportir disetujui. Yang menggembirakan, volume ekspornya sudah di atas 1000 ton.  Perusahan sarang burung wallet yang dikelola Bambang Irianto memiliki 400 rumah wallet ada di Kalteng, Kalsel, Jawa, Banten dan Lampung.

 Sukanya bergerak di usaha ini menurut Bambang Iriantonya tren pasarnya di China cukup bagus. Sarang burung wallet adalah  makanan raja secara turun temurun dan saat ini sudah mulai bisa dinikmati  tidak saja oleh orang orang yang kaya tetapi sudah mulai ke golongan pendapatan menengah bahkan sudah merakyat. Sarang burung wallet juga laku di negara-negara yang memiliki etnis china.

Sarang burung dipercaya sangat bermanfaat antara lain untuk: meningkatkan kekebalan tubuh, anti aging/ menghambat penuaan, membantu regenerasi sel sel tubuh, menghaluskan kulit dan lainnya. Hasil penelitian yang dilakukan Dr Helmi staf Karantina Pertanian Indonesia, kandungan Sialic Acid pada sarang burung wallet Indonesia diatas 10 persen atau 186 kali dari kandungan Air Susu Ibu (ASI), yang perannya sangat baik untuk pembentukan sel sel otak pada janin dan bayi sehingga sangat baik dikonsumsi untuk ibu hamil dan menyesui.

Perusahaan ini telah berkontribusi kepada  masyarakat, meningkatkan pendapatan petani sarang burung, devisa negara meningkat. Jumlah pegawai termasuk untuk prosesing mencapai 2.000 orang.

Tantangan kedepan yang dihadapi usaha ini jelas Bambang Irianto adalah dengan adanya globalisasi akan banyak pengusaha dari Tiongkok yang juga berinvestasi di bisnis walet baik prosesing maupun Rumah burung wallet, sehingg mulai terjadi kompetisi dengan mereka.

 

Nama:

 Bambang Irianto

Tempat, Tgl Lahir:

 Banyuwangi, 10 Agustus 1963

Nomor Kontak:

 

Profesi dan Organisasi:

Petani Burung Walet – Sekjen Persatuan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI)

Prestasi:

Bersama-sama dengan Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian melakukan negosiasi dagang khususnya pada harmonisasi aturan  eksportasi sarang burung walet (SBW) asal Indonesia ke Cina di tahun 2010 – 2015.

Semenjak dibukanya pintu ekspor SBW Indonesia ke Cina, tren perdagangan meningkat  yakni  tahun 2015 :  700,66 ton,  tahun 2016 : 773, 22 ton, tahun 2017 : 1.158,15 ton dan tahun 2018 : 1.135,09 ton. Kini SBW menguasai 70% pasar SBW di Cina.

Saat ini terus mendorong tumbuhkembang para pengusaha Sarang Burung Indonesia agar dapat memasuki pasar ekspor dengan patuh pada aturan perkarantinaan melalui PPSBI

  Pengalaman Kerja:

2010 – 2019 Direktur PT Adipurna Mranata Jaya, Jakarta

2008 – 2019 Komisaris PT Restorasi Ekosistem Indonesia

1997 – 2010 Trainer Kewirausahaan LPPM – IPB Bogor

1988 – 1996 Manager PT Samudera Farmindo Luas, Tambak Udang di Serang

 

 

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018