
Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Indah Megahwati bersama para petani program Serasi dalam Apresiasi Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian
TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang - Petani padi M Rasyid (49) mengatakan bayar asuransi Rp 36 ribu per ha per musim itu kecil, tidak berpengaruh pada pendapatan. "Saya punya sawah 5 ha, maunya ikut asuransi semuanya, namun yang bisa difasilitasi asuransi pemerintah hanya 2 ha," kata M Rasyid kepada Sinar Tani.
Pemerintah membayar subsidi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebesar Rp 144 ribu per Ha per musim. "Jadi total pembayaran AUTP dari petani adalah Rp 180 ribu per ha per musim, yang Rp 144 ribu disubsidi pemerintah, sisanya Rp 36 ribu dibayar petani," jelas Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Indah Megahwati pada Apresiasi Pemberdayaan Permodalan dan Auransi Pertanian di Sumsel (20/8).
M Rasyid mengatakan dalam Kelompok Tani Sambung Rasa 2 yang ia sebagai ketuanya, memiliki anggota 25 orang petani dengan luas lahan yang dibudidayakan lebih dari 50 ha. "Kami menanam padi di Desa Upang Mulia, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin. Semua anggota kelompok tani ikut AUTP sudah berjalan tiga tahun," tambahnya.
M Syakir (51) anggota Kelompok Tani Sambung Rasa 2 mengatakan kelompoknya mendapat program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (Serasi). "Kami sekarang sedang mengembangkan pertanaman padi musim kedua. Produktivitas padi tanam kedua masih rendah sekitar 1,4 ton per ha, kalau pada musim tanam pertama produktivitasnya bisa mencapai 7 ton per ha," tambahnya.
Dia menjelaskan untuk tanam kedua waktunya semakin sempit. "Kami perlu alat dan mesin pertanian, seperti traktor pengolah lahan dan mesin pemanen (combine hervester). Dia berharap bisa dibantu untuk mendapakan bantuan Alsintan agar luas garapan IP 200 di kelompoknya bisa bertambah luas.
Ketua Kelompok Tani Sumber Harapan di Muara Sugihan, Banyuasin Khoerul Munir menambahkan senang sekali dengan adanya program AUTP. Di lahan pasang surut lanjutnya untuk musim tanam pertama produksi padi sudah bagus mencapai 7 ton per, namun untuk musim kedua produksinya masih rendah dan banyak diganggu oleh tikus. "Namun terkadang klaim asuransinya masih memerlukan waktu. Ini yang terkadang membuat petani kurang sabar," tambahnya.
Indah Megahwati meminta para petani kalau ada yang klaim AUTP-nya mengalami kendala agar melaporkan ke Direktorat Pembiayaan Ditjen PSP Kementan. "Karena kemudahan klaim itu sudah janji perusahaan Asuransi. Bahkan pihak Jasindo dapat memberi insentif bagi pendaftaran AUTP secara kolektif dan bonus bonus tertentu. Kita minta Jasindo agar bisa mensosialisasikan programnya ke petani," tambahnya.