Minggu, 20 Oktober 2019


Semangat Dua Petani Millenials Berguru ke Taiwan

23 Agu 2019, 17:26 WIBEditor : Gesha

Dua petani millenial, Aryo dan Siti Aisyah punya tekad yang kuat untuk menjadi enterpreneur pertanian di masa depan | Sumber Foto:NATTASYA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lembang --- Beberapa minggu lagi, 54 orang petani muda magang akan berangkat ke Taiwan dan berguru langsung dengan bekerja pada petani-petani disana. Dua dari petani millenials itu bahkan punya tekad yang kuat untuk bisa menjadi seorang enterpreneur pertanian sukses dan membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat tempat tinggalnya.

"Saya tertarik untuk ikut program magang ini karena melihat petani khususnya padi di sekitar saya, masih banyak yang buta teknologi. Hanya sekedar tanam, panen sudah begitu. Gak ada keinginan untuk maju ke depan lagi. Saya ingin mengubah itu," tutur salah satu peserta Magang Taiwan Petani Muda Angkatan 1 dari Palembang, Aryo Damar kepada tabloidsinartani.com.

Dengan latar seperti itulah, Aryo bertekad kuat untuk bisa belajar pertanian sampai ke luar negeri khususnya Taiwan. "Saya juga berlatar pendidikan dari SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III. Latar saya memang perkebunan, tapi saya ada keinginan untuk mempelajari tanaman pangan dan sepulang dari sana saya ingin bagikan ilmunya kepada petani sekitar," tekad Aryo. 

Aryo sendiri sudah terbiasa mengelola lahan sawah, perkebunan sawit dan pembibitan ikan milik keluarganya. "Syarat utama untuk ikut magang ini memang harus punya usaha tani sendiri, selain alumni dari SMKPP," ungkap Aryo.

Senada dengan Aryo, seorang gadis belia asal Tanjungsari Majalengka, Siti Aisyah Sukma Aji Kurniasih juga memiliki tekad yang kuat untuk menjadi enterpreneur pertanian yang sukses setelah berguru di Taiwan selama 1-2 tahun mendatang.

"Saya sudah usaha budidaya jamur selama 1,5 tahun terakhir. Saya ingin menjadi pelopor petani muda yang maju, khususnya di daerah Tanjungsari bahkan di Majalengka," tekad Siti Aisyah.

Siti juga melihat dominasi petani berusia lanjut di daerahnya. "Saya ingin mendobrak bahwa petani muda itu berhak mendapatkan masa depan yang cerah dari pertanian. Saya ingin mendobrak untuk memberikan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," bebernya.

Siti Aisyah sendiri tertarik untuk magang di subsektor hortikultura khususnya pembibitan dan kultur jaringan jamur. "Tapi kita tidak hanya bekerja maupun belajar dari penempatan saja. Tetapi kami juga ditugaskan dan mempunyai misi untuk belajar ilmu usahanya. Dari perencanaan usaha, sampai pemasarannya," tutur Siti Aisyah.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018