Thursday, 02 July 2020


Gandeng BI, Poktan Berkah Tani Produksi Pupuk Kompos Superbokashi

30 Jun 2020, 20:13 WIBEditor : Indarto

Pupuk kompos superbokashi | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Setelah melakukan uji coba dan berhasil mendorong produksi lada melalui pupuk kompos superbokashi, usaha ini akan diperluas skalanya.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Babel ---- Kelompok Tani (Poktan) Berkah Tani, Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kab. Bangka Selatan, Prov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sudah sejak lama membudidaya lada. Seiring dengan perkembangan potensi daerah sekitarnya, Poktan Berkah Tani yang beranggota 25 orang petani lada putih white muntok ini bertekad mengembangkan usaha pupuk kompos superbokashi.

Ketua Poktan Berkah Tani,  Alfeddy Hernandy mengatakan, setelah melakukan uji coba dan berhasil mendorong produksi lada melalui  pupuk kompos superbokashi, usaha ini akan diperluas skalanya. " Target kami mampu memproduksi pupuk kompos superbokashi  sebanyak 2 ton per hari," ujar Alfeddy, di Babel, Selasa (30/6).

Menurut Alfeddy, usaha pupuk kompos superbokashi akan dikembangkan bersama  Bank Indonesia (BI), Kantor Perwakilan Bangka Belitung.  Pupuk kompos berbasis dekomposer MA11  dibuat dari raw material yang terukur kualitasnya. " Pupuk kompos ini kami produksi dengan  SOP sesuai  rujukan Prof. Nugroho dari UGM," kata Alfeddy.

Alfeddy mengatakan, pupuk kompos (MA 11) sudah diuji coba di demplot budidaya lada putih Bangka Barat.  Lada yang dibudidaya  secara  organik berbasis MA11 bisa menghasilkan lada putih kering 4 kg/batang.

" Penggunaan pupuk kompos ini tentunya sangat menarik dan bisa diterapkan bagi petani lada Babel yg kini sedang lesu karena harganya anjlok  dan banyak serangan hama penyakit," katanya.

Alfeddy juga mengatakan, pupuk kompos superbokashi akan menjadi solusi petani Babel untuk meningkatkan produksi lada di hulu. Apabila di hulu produksinya banyak dan berkualitas akan menopang nilai tambah di hilirnya.

Pupuk kompos superbokashi ini, lanjut Alfeddy, kedepannya akan dikembangkan di demplot produksi dan revitalisasi kebun lada yang sudah tua agar produktif kembali.
" Pada tahap awal pemasarannya masih di lingkungan Desa Delas. Dari produksi awal, kami sudah kewalahan menerima permintaan petani lada," katanya.

Menurut Alfeddy, pasarnya sangat potensial. " Yang kami kembangkan baru sekitar 10 persen pemasarannya, karena
kapasitas produksi masih kecil. Apabila petani di wilayah ini pesan (termasuk petani padi) gak akan cukup produksi 2 ton/hari

Sesuai rencana, pupuk kompos besutan Poktan Berkah Tani akan dijual ke agen dengan harga Rp 1.750/kg. Sedangkan yang dijual ke petani langsung harganya Rp 2.000/kg.

" Selama ini bahan baku pupuk kompos diperoleh dari petani tak ada masalah. Bahan baku seperti kohe sapi dan dedak juga mudah didapatkan," paparnya.

Menurut Alfeddy, pupuk kompos superbokashi ini bahan bakunya dari
kohe sapi 90 persen, dedak 5 persen, dan kapur dolomit 5 persen.

"  Bahan tersebut kemudian difermentasi dengan cara disiram larutan gula dan dekomposer. Kemudian diaduk dan diperam selama 1 minggu. Setelah itu dikemas dalam plastik. Sehingga, tanaman yang menggunakan pupuk kompos ini akan mendapat nilai tambah, karena produknya organik," pungkasnya.

  

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018