Sunday, 09 May 2021


BI dan Aceh Jaya Kembangkan Kebun Kopi Robusta Terpadu

21 Apr 2021, 13:27 WIBEditor : Ahmad Soim

Foto staf khusus Bupati Aceh Jaya (kanan) saat mendampingi Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh --  Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB menggalang upaya bersama dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh mengembangkan integrated Farming pada komoditas kopi Robusta.

Dalam kegiatan FGD yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Aula Guest House Arafah Calang, Minggu (18/4/21) itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani mengatakan bahwa pemilihan komoditas kopi robusta lamno, dengan pertimbangan keunggulan dari cita rasa yang telah mendapat pengakuan luas dan memiliki pasar yang menjanjikan sehingga berpeluang memperbaiki tingkat kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi. FGD dan koordinasi yang dilaksanakan pada kesempatan ini bertujuan untuk bersinergi peran aktif  para pihak dalam peningkatan produktivitas klaster komoditas berorentasi ekspor melalui program Integrated Farming pada komoditas kopi Robusta. 

FGD juga menghadirkan narasumber Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi, M.Eng, selaku konsultan yang mendampingi kegiatan BI dalam pengembangan integrated Farming berbasis Microbachter Alfaafa -11 (MA - 11) Super Dekomposer. Lebih lanjut Nugroho menjelaskan pula bahwa keunggulan  MA - 11 mampu merombak semua bahan organik pertanian menjadi pupuk, pakan, dan mengembalikan unsur hara tanah dalam tempo sangat cepat. 

BACA JUGA:

Menurutnya, dari hasil survei telah dipilih dan ditetapkan lokasi percontohan pada kelompok tani Desa Sabet Kecamatan Jaya. Ada beberapa sasaran yang akan dilakukan; pertama memperbaiki unsur hara dan kesuburan tanah serta penerapan inovasi teknologi budidaya kopi sehingga akan  menghasil cita rasa asli kopi Robusta Lamno selain itu juga meningkatkan produktivitas tanaman kopi tersebut. 

Diharapkan pula limbah dari tanaman kopi (kulit kopi) dapat diolah kembali menjadi pupuk sehingga menjadi nilai tambah ekonomi poduksi lahan kopi. Ia juga mengimbau agar masyarakat untuk merubah kebiasaan cara berternak sapi agar kotoran hewan (Kohe) dan urinenya dapat terkumpul sebagai bahan baku yang  dijadikan sebagai pupuk organik.

Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB memberikan respon positif dan apresiasi atas dukungan dan kerjasama pihak BI Perwakilan Aceh dalam mengembangkan kembali produksi kopi Robusta Lamno sebagai produk unggulan Aceh Jaya. 

Sejak beberapa tahun lalu, Aceh Jaya sudah menetapkan tanaman kopi Robusta menjadi salah satu komoditas unggulan. Pihaknya setiap tahun telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan luasan lahan. "Sehingga, Aceh Jaya juga menjadi salah satu kabupaten penghasil kopi Robusta terbaik", ujarnya.

"Pada tahun 2018, jumlah petani kopi di Aceh Jaya mecapai 2.285 orang dengan luas kebun 1.803 hektare. Sedangkan produksinya sebanyak 445 ton/tahun. Kedepannya, kata Bupati akan kita lakukan pendataan untuk evaluasi lebih lanjut.

Dengan adanya program dari Bank Indonesia yang akan diterapkan di kelompok tani di Desa Sabet, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani kopi lainnya di Aceh Jaya untuk melakukan pengembangan kopi. "Semoga kopi Robusta kembali menjadi primadona di Aceh Jaya," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Aceh Jaya menegaskan agar program ini dapat menambah daya tarik dan memacu minat petani melenial di Aceh Jaya. 

"Dengan modal semangat dan kemauan yang tinggi akan berdampak terhadap peningkatan produksi serta tingkat kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat", paparnya meyakinkan.

--+

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018