Saturday, 29 January 2022


Permudah Akses KUR, PT DAN jadi Avalis Petani

10 Aug 2021, 20:58 WIBEditor : Yulianto

Afnir, pemilik penggilingan padi Tani Jaya (kiri) dengan Dirut PT. DAN, M. Hadi Nainggolan (jaket merah) | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai---Pemerintah saat ini terus mendorong realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian. Guna mempermudah penyaluran skim kredit tersebut, pemerintah mengajak berbagai pihak menjadi avalis dan offtaker bagi petani.

Seperti diketahui tahun ini, alokasi KUR untuk sektor pertanian sebanyak Rp 70 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar Rp 55 triliun. Total alokasi KUR tersebut terbagi untuk tanaman pangan Rp 26,8 triliun, perkebunan Rp 20,28 triliun, peternakan Rp 15,06 triliun dan hortikultura sebanyak Rp 7,84 triliun.

Di Serdang Bedagai, PT Daun Agro Nusantara (DAN) menjadi salah satu perusahaan yang menjadi off taker KUR bagi petani . “Pada musim tanam (MT) 2021, kami tersebut melakukan pendampingan kepada petani di beberapa wilayah Sumatera Utara. Diantaranya, Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batu Bara, Asahan Simalungun dan Tapanuli Tengah,” kata Dirut PT DAN, M. Hadi Nainggolan, Selasa (3/8)

Saat melakukan peninjauan ke kilang padi Tani Jaya, Desa Lubuk Dendang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Hadi mengungkapkan, sebagai off taker KUR petani, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan penyedia sarana prasarana kebutuhan petani, seperti  perusahaan benih padi, pupuk, pestisida dan perusahaan penggilingan padi.

“Kami juga telah mempersiapan persyaratan lain yang di tetapkan perbankan. Diantaranya, kesiapan menerima produksi gabah petani dari pendampingannya  di setiap kabupaten kami lakukan,” tuturnya.

Di Kabupaten Serdang Bedagai,  PT DAN menjalin kerjasama dengan beberapa kilang (penggilingan) padi. Diantaranya, kilang padi Tani Jaya dengan kapasitas produksi direncanakan 140 ton gabah per hari.

Setelah pertemuan awal, Hadi mengatakan, akan melanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU). Sedangkan untuk permohonan pengembangan rice milling,  dirinya akan mencoba menyampaikan kepada Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementrian Pertanian.

Hadi menambahkan, untuk pemasaran beras yang telah di produksi, pihaknya juga bekerjasama dengan beberapa perusahan yang bergerak dalam pemasaran beras di Sumatera Utara dan provinsi lainnya.

Sementara itu pemilik Kilang Padi Tani Jaya, Afnir mengatakan, siap menjadi mitra kerja pengolahan gabah menjadi beras dari PT Daun Agro Nusantara dengan sistim saling menguntungkan sesuai porsi masing-masing pihak. Namun ia berharap pemerintah dapat membantu fasilitasi mesin kilang padi yang kini kapasitas 60 ton/hari.  “Saat ini kami juga ada lahan hibah 2.000 hektar yang telah disiapkan untuk pengembangan usaha,” katanya.

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018