
MoU BPTP Sumut dan PT. DAN
TABLOIDSINARTANI.COM, Medan--- Untuk mendorong peningkatan produksi pangan, Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara yang merupakan perpanjangan tangan struktural Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian menggandeng PT Daun Agro Nusantara (DAN) yang saat ini menjadi offtaker bagi petani dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pendantangan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut kolaborasi antara lembaga penelitian pemerintah dengan sektor swasta yang bergerak di bidang pertanian.
“Kita sangat tertarik dengan Daun Agro dengan konsep offtaker dan ekspansi tani mitra binaan yang tersebar di beberapa daerah sumatera utara khusunya di tanaman pangan padi dan jagung,” kata Kepala BPTP Sumatera Dr. Khadijah El Ramija, S.Pi, MP saat sambutan penandatangan kerjasama tersebut.
Khadijah mengatakan, BPTP Sumut mempunyai banyak pengalaman dalam hal pertanian, termasuk pada tanaman pangan padi dan jagung. Banyak uji coba dan penelitian yang bisa dibangun dan dikolaborasikan dengan PT DAN, terutama untuk meningkatkan produktifitas dan ketahanan tumbuhan dari berbagai hama dan penyakit.
“Kita siap support Daun Agro dalam pendampingan budidaya kepada petani mitra binaan mereka yang tersebar di beberapa daerah, khususnya di Kecamatan Sorkam dan Sosorgadong Tapanuli Tengah yang saat ini menjadi mitra offtaker Daun Agro,” katanya.
Bahkan BPTP Sumut siap menurunkan para praktisi dan peneliti untuk bisa terjun ke Tapanuli Tengah. “Intinya kita siap membantu yang terbaik untuk bisa meningkatkan produksi pertanian, terlebih petani millenial yang menjadi konsen Daun Agro,” tambah Khadijah.
Sementara itu di tempat yang sama, CEO PT. DAN, M Hadi Nainggolan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pertanian, khususnya kepada BPTP Sumatera yang mendukung program offtaker dan kemitraan tanaman pangan.
Hadi berharap BPTP Sumut untuk bisa langsung aksi nyata menurunkan tim praktisi dan pakar komiditi padi dan jagung di daerah yang ada mitra binaan Daun Agro, termasuk untuk di Tapanuli Tengah.
“Pasca tanda tangan nota kesepahaman ini saya menantang langsung BPTP Sumut untuk bisa bekerjasama program aksi di Tapanuli Tengah sebagai pilot project awal. Bagaiman kita bisa berkolaborasi untuk bisa mencapai target rata-rata hasil produktifitas 8 ton/ha di Kecamatan Sorkam dan Sosorgadong. Kita perlu langkah-langkah kolaborasi aksi yang nyata,” kata Hadi Nainggolan.
Hadi juga menyampaikan Daun Agro dan BPTP Sumut kedepan harus lebih bisa menjadi mitra kolaborasi yang saling memberikan benefit antara kedua belah pihak. Tentunya bisa berkontribusi untuk membuat petani maju dan sejahtera.
Kegiatan penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung di Saung BPTP Sumut, dengan peserta terbatas dan mengikuti prokes covid-19. Tampak hadir jajaran staf dari BPTP Sumut dan beberapa staf dari Daun Agro.