
Bantuan kepada petani di Nunukan
TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan---Pemerintah kini mendorong modernisasi pertanian dengan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Untuk membantu petani, Wakil Bupati Nunukan, H Hanafiah menyerahkan bantuan alsintan berupa 8 unit cultivator.
Bantuan itu diberikan kepada 8 kelompok tani (Poktan) Kecamatan Nunukan Selatan dan Nunukan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Nunukan Jalan Ujang Dewa Kompleks Gadis I, Jum’at (10/9).
Hanafiah berpesan, hendaknya bantuan ini dimanfaatkan dengan baik oleh poktan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Nunukan saja , tetapi juga diharapkan bisa dipasarkan ke luar daerah.
“Dengan adanya peralatan pertanian yang semakin modern, petani bisa menghemat waktu, tenaga sekaligus biaya produksi,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Nunukan, Masniadi yang mendampingi Wakil Bupati seusai penyerahan bantuan alsintan mengungkapkan bahwa anggaran kegiatan ini berasal dari APBD II murni yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). “Jumlah bantuan ini masih kurang. Sebab, belum semua poktan mendapat bantuan, karena kemampuan keuangan yang terbatas,” katanya.
Masnadi mengakui, jika soal peningkatan produksi, terutama hortikultura petani sudah sangat paham. Namun, ia mengingatkan kepada poktan adalah untuk menjaga dan memelihara alat bantuan yang ada. Kemudian bisa dimanfaatkan untuk semua anggota bukan hanya ketua poktan saja.
“Tidak setiap saat pemerintah bisa membantu. Terkadang ada alat yang sudah dibantu atau diberikan tapi tidak termanfaatkan dengan baik bagi anggota poktan sehingga hanya didiamkan saja. Itu ada hak pemerintah untuk memindahkan alsintan kepada poktan yang lebih aktif,” tuturnya.
Masnadi juga mengingatkan kelompok tani jangan hanya aktif saat ada bantuannya, setelah itu tidak ada lagi komunikasi internal dalam kelompoknya. “Bantuan alsintan ini bukan milik pengurus atau ketua tapi milik bersama seluruh anggota kelompok,” tegasnya.
Dengan ada rencana membentuk asosiasi petani hortikultura, Masnadi berjanji akan mendorong dan bantu memfasilitasi. Namun, ia tidak akan mencampuri terlalu jauh karena menjadi hak anggota dan suaranya petani.
Dengan adanya asosiasi diharapkan persoalan-persoalan prioritas dan utama di kelompok tani akan muncul dan dicarikan jalan keluarnya. Misalnya, permasalahan harga jual komoditas petani yang sangat rendah dan cenderung merugikan petani.
“Permasalahan prioritas utama ini bisa disampaikan kepada instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Perdagangan, UMKM atau Bagian Ekonomi kalau itu terkait subsidi ongkos angkut ke luar daerah,” katanya.