Kamis, 09 Februari 2023


Aplikasikan Pestisida Terbatas, Tahun 2023 Alisther Targetkan 42 Pelatihan Petani

12 Jan 2023, 06:28 WIBEditor : Yulianto

Petani saat gerakan pendalian hama | Sumber Foto:dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pelaku usaha industri pestisida terbatas yang tergabung dalam Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) menargetkan selama tahun 2023 akan menggelar 42 pelatihan di 42 kabupaten/kota dalam 28 provinsi.

Secara rinci pelatihan akan dilaksanakan di Provinsi: Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DIY, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Menurut Ketua ALISHTER, Mulyadi Benteng mengatakan, sejak berdiri di tahun 2015, ALISHTER telah melatih banyak petani hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Tujuan pelatihan ini adalah agar petani mampu mengaplikasikan herbisida terbatas parakuat dengan aman, bertanggung jawab, dan sesuai petunjuk penggunaan sehingga dapat memberikan hasil pertanian yang optimal.

Sepanjang tahun 2016 - 2022 ALISHTER telah melatih 26.943 petani dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai herbisida terbatas parakuat di 268 kabupaten/kota dalam 28 provinsi serta melengkapi petani dengan sertifikat pelatihan. Jumlah petani yang dilatih belum termasuk pelatihan-pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan anggota ALISHTER. Diperkirakan jumlah total yang dilatih berkisar 800.000 petani di berbagai wilayah di Indonesia.

"ALISHTER juga telah melakukan dan terlibat dalam beberapa kegiatan advokasi di tahun 2022 yang bertujuan untuk mempromosikan peran penting parakuat bagi petani dan ketahanan pangan Indonesia," katanya.

Kegiatan tersebut termasuk Gelar Teknologi Penyiapan Lahan Jagung dan Closed Loop Knapsack System, Seminar ‘Economic Contribution and New Safe Application Technique of Paraquat Herbicide’ dan Seminar Internasional Perlindungan Tanaman di Asia Tenggara.

Selain pelatihan herbisida terbatas parakuat, ungkap Mulyadi, ALISHTER beberapa waktu terakhir ini juga membahas mengenai upaya mendukung pemerintah Indonesia agar tetap mempertahankan parakuat di dalam sidang COP ke-11 Konvensi Rotterdam di Jenewa, Swiss pada 1-12 Mei 2023.

"Upaya ini dilakukan karena parakuat tetap dibutuhkan oleh para petani dalam penyiapan lahan dan pengendalian gulma untuk menunjang ketahanan pangan nasional dan belum ada bahan aktif lain yang dapat menggantikan efektifitas serta nilai ekonominya," katanya.

Mulyadi menjelaskan, herbisida parakuat terdaftar dan diizinkan secara resmi oleh pemerintah sebagai herbisida terbatas. Berbagai studi menunjukkan, herbisida tersebut memiliki profil yang relatif aman terhadap manusia dan lingkungan.

Sebagaimana umumnya, penggunaan produk perlindungan tanaman, baik itu parakuat maupun produk perlindungan tanaman (prolintan) lainnya, dapat menimbulkan risiko negatif jika penggunaannya tidak sesuai dengan rekomendasi ataupun disalahgunakan.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi para pengguna untuk memahami cara penggunaan prolintan secara tepat dan aman,” katanya di sela-sela Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) tahun 2023 di Jakarta, Rabu (11/1).

Alishter dorong menggunakan CLKS untuk bantu keamanan petani dalam menggunakan pestisida terbatas. Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018