Senin, 04 Maret 2024


Kementan Luncurkan Gernas El Nino

14 Sep 2023, 14:12 WIBEditor : Yulianto

Jaringan irigasi yang mengering akibat kemarau panjang | Sumber Foto:DoK. Sinta

Kementerian Pertanian menginisiasi Gerakan Nasional (Gernas) El Nino untuk mengantisipasi kekeringan. Gerakan ini menyasar sebanyak 500 ribu ha lahan sawah pertanian. Gerakan ini dengan memberikan berbagai bantuan kepada para petani berupa benih, pengairan dan pendampingan.

Salah satu kegiatan, Gernas El Nino adalah dengan tambah luas tanam 500 ribu ha di 10 provinsi dan 100 kabupaten. Wilayah itu sudah dipetakan cocok dilakukan tambah luas tanam pada Agustus dan September ini, perluasan areal tanam, dan percepatan tanam untuk meningkatkan indeks pertanaman.

Tak hanya itu, Kementan juga mempunyai program Gerakan Penanganan Dampak Perubahan Iklim (Gernang DPI). Gerakan ini menggerakan brigade pertanian di provinsi. Gerakan ini berfokus pada pengamanan tanaman pangan dari banjir dan kekeringan melalui biaya operasional pompanisasi saat olah tanah atau pengawalan standing crop atau normalisasi, perbaikan, sarana pengaliran, sarana penampung air dan biopori.

Ditjen PSP mendukung dengan kegiatani irigasi pertanian untuk supplesi irigasi di 15.000 ha serta efisiensi saluran irigasi di pada lahan sawah. Antara lain penyediaan irigasi untuk 98.850 ha, hingga pompa air untuk penyelamatan standing crop 2.335 unit.

Tak hanya itu, bantuan alsintan untuk mendorong.percepatan olah tanam dalam mengantisipasi kekeringan ha dengan memanfaatkan sumber daya air permukaan yang tersedia. Bantuan alsintan untuk olah tanam sebanyak 10.591 unit dan pompa air untuk penyelamatan standing crop 2.335 unit.

Kepada daerah, Rahmanto menghimbau untuk antisipasi dini, upaya adaptasi  dan mitigasi, terutama wilayah yang memiliki sejarah kekeringan. Paling utama dengan mengkondisikan diri dan lingkungan menghadapi  fenomena cuaca ekstrim dan potensi bencana kekeringan hidrometerologi yang diperkirakan jauh lebih kering dari 3 tahun terakhir.

“Diharapkan Pemerintah daerah dan mayarakat lebih optimal menyiapkan air, baik dari embung, waduk, danau kolam buatan, sumur dalam dan menyiapkan pompa air, terutama pada daerah rentan kekeringan yang masih terdapat air untuk memudahkan penyaluran air ke pertanaman,” tegas Rahmanto. 

Reporter : Gsh
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018