Sabtu, 24 Februari 2024


UPLAND Project Ungkit Gizi Keluarga Petani

04 Okt 2023, 13:46 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan P2L di Malang | Sumber Foto:Dok. UPLAND

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---UPLAND project menjadi salah satu upaya Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengoptimalkan pertanian di dataran tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani, mengurangi angka kemiskinan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan, serta perbaikan gizi masyarakat.

Peningkatan pemahaman pada unsur gizi dilakukan UPLAND sebagai upaya mencegah terjadinya stunting di Indonesia. Pengelola Program UPLAND, Farakka Sari mengatakan, selain upaya peningkatan hasil produksi, dalam budidaya pertanian UPLAND juga memiliki semangat penyadaran gizi atau nutrition awareness.

Hal itu perlu dilakukan sebagai komitmen Kementerian Pertanian mengatasi stunting seperti yang menjadi semangat Presiden Joko Widodo,” katanya.  Karena itu, Program UPLAND memiliki misi tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga perbaikan gizi dan ketahanan pangan keluarga melalui aspek ketersediaan pangan, akses, dan konsumsi pangan bergizi.

Rangkaian kegiatan perbaikan gizi dalam program UPLAND dilakukan dengan bebagai cara. Setidaknya ada lima intervensi yang dilakukan mulai kepada petani hingga pengusaha dan pemerintah daerah. Pertama, penganekaragaman komoditas budidaya melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kegiatan P2L dilakukan dengan memfokuskan kepada untuk penganekaragaman komoditas dan bergizi khususnya di lahan pekarangan.

"Pada tahun 2022, intervensi ini diberikan kepada 289 kelompok perempuan tani di 13 Kabupaten. Program UPLAND memastikan bahwa penerima manfaat dalam kegiatan dilakukan dalam bentuk kelompok," katanya.

Kedua, pemberdayaan keluarga petani yang melibatkan perempuan dan pemuda sebagai bentuk intervensi UPLAND untuk peningkatan pendapatan rumah tangga petani. Kepada 289 kelompok tani PL2 tersebut, UPLAND memberikan fasilitas bantuan berupa penyediaan rumah benih atau green house, paket saprodi dan peralatan kecil, dan peralatan untuk kegiatan pasca panen.

Ketiga, intervensi dengan memberikan pengetahuan menjaga rantai nilai sensitif gizi dalam kegiatan panen, distribusi hingga pengolahan. Pengetahuan tersebut perlu dilakukan untuk menjaga resiko kontaminasi mikro organisme dan zat kimia termasuk teknik penyimpanan.

"Hal ini selain untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan petani agar dapat bersaing dengan mitra, sekaligus mempromosikan komoditas atau tanaman yang memiliki kontribusi pada peningkatan nilai gizi masyarakat," jelasnya.

Keempat, pengolahan hasil panen untuk meminimalisir kerusakan nilai gizi dan meningkatkan umur simpan. Hal itu juga perlu dilakukan untuk memberikan nilai tambah, termasuk nilai gizi pada komoditas, baik dalam bentuk setengah jadi atau bentuk siap dikonsumsi.

Kelima, intervensi pasar juga dilakukan UPLAND  yaitu dengan kegiatan yang melingkup penyadaran gizi pada pelaku pasar komoditas, terutama komoditas yang dipromosikan beserta dengan nilai gizi dan komoditas yang pada produk tersebut. Misalnya, pertanian organik, sertifikasi HACCP, kandungan fitokimia dan lain sebagainnya.

 

Reporter : Julian
Sumber : UPLAND Project
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018