Tuesday, 09 June 2026


Optimalkan JIAT, Sidrap Siap Panen 3 Kali Setahun

05 May 2026, 10:48 WIBEditor : Herman

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau lokasi JIAT bantuan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Kelurahan Pajalele

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --- Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kian serius mempercepat pemanfaatan JIAT guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau lokasi Jaringan Irigasi Air Tanah  (JIAT) bantuan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Senin (4/5).

Dalam kunjungannya, Syaharuddin memastikan infrastruktur irigasi berfungsi optimal dan mampu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian warga. Kehadiran JIAT dinilai menjadi solusi penting, khususnya bagi lahan yang selama ini kurang produktif.

Tak hanya melakukan peninjauan, bupati juga ikut terjun langsung ke sawah bersama petani. Ia bahkan membajak lahan sebagai bentuk dukungan nyata sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar lebih aktif memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

“Melalui program ini, lahan yang sebelumnya tidak produktif bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Syaharuddin.

Ia menegaskan, optimalisasi JIAT harus diiringi dengan penerapan indeks pertanaman (IP) 300 atau tiga kali masa tanam dalam setahun. Target tersebut diharapkan mampu mendorong produksi gabah hingga mencapai satu juta ton, sebagai kontribusi nyata terhadap swasembada pangan nasional.

Selain ketersediaan air, Syaharuddin juga menyoroti pentingnya dukungan energi melalui program “listrik masuk sawah”. Program ini dinilai krusial untuk menunjang operasional pompa air dalam sistem irigasi modern berbasis air tanah.

Lebih jauh, ia mengajak para petani untuk mulai bertransformasi ke pola pertanian modern yang lebih efisien dan produktif. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari jaringan irigasi, benih unggul, pupuk, hingga sarana produksi lainnya.

“Fasilitas sudah disiapkan pemerintah. Tinggal bagaimana dimanfaatkan secara maksimal oleh petani,” tegasnya.

Di sisi lain, harga gabah yang saat ini berada di kisaran Rp7.300 per kilogram turut menjadi angin segar bagi petani. Kondisi ini dinilai cukup menguntungkan dan diharapkan semakin mendorong semangat produksi.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap optimistis sektor pertanian akan terus berkembang dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Ekonomi Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas Pertanian Suriyanto, Camat Tellu Limpoe Ridwan, serta Kapolsek Tellu Limpoe Sutarman Tahir.

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018