Kamis, 27 Juni 2019


Petani Kian Berminat Manfaatkan Alsintan

10 Jun 2019, 13:00 WIBEditor : Yulianto

UPJA Jaya Makmur kebanjiran order sewa alsintan | Sumber Foto:Paimin

Ketua UPJA Jaya Makmur, Paimin mengakui, pihaknya kewalahan melayani permintaan sewa combine harvester. Bahkan tak hanya petani di Kecamatan Gambiran, pihaknya juga melayani penyewaan hingga ke kecamatan lain seperti Kecamatan Blimbing Sari (dekat ba

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Petani di beberapa sentra produksi padi kian berminat memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan). Hal itu nampak saat panen padi awal April hingga akhir Mei lalu. Combine harvester yang dikelola unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) laris manis disewa petani yang sedang panen.

Salah satu UPJA yang kebanjiran sewa combine harvester adalah UPJA Jaya Makmur yang berlokasi di Desa Wringin Agung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, UPJA yang dikembangkan Gapoktan Tani Agung sejak 2012 tersebut mendapatkan pesanan sewa alsintan hingga ke beberapa kecamatan di Jawa Timur.

Ketua UPJA Jaya Makmur, Paimin mengakui, pihaknya kewalahan melayani permintaan sewa combine harvester. Bahkan tak hanya petani di Kecamatan Gambiran, pihaknya juga melayani penyewaan hingga ke kecamatan lain seperti Kecamatan Blimbing Sari (dekat bandara) dan Srono. “Intensitas sewa combine harvester pada musim panen awal tahun ini terjadi peningkatan signifikan,” ujarnya.

Paimin mengakui, banyak keuntungan yang petani dapatkan dengan menggunakan alsintan. Pastinya adalah mempercepat pekerjaan petani. Petani yang panen dengan combine harvester  hanya perlu waktu 3 jam/ha. Bahkan petani kini sudah tak asing lagi menggunakan alsintan.

Dengan demikian setelah panen, petani bisa langsung mengolah tanah. Awal Mei lalu, petani sudah ada yang mulai mengolah lahan lagi setelah panen. “Saat musim kemarau petani tetap melakukan olah lahan karena sebagia lahan petani ada yang sudah dilengkapi dengan fasilitas irigasi,” katanya.

Paimin mengungkapkan, selain memanfaatkan combine harvester, dalam pengolahan penggunakan traktor  tangan juga sangat membantu petani. Dengan traktor lahan seluas 0,25 ha,  hanya perlu waktu setengah hari. “Jika pengolahan lahan hingga siap tanam perlu waktu setengah hari. Sehingga, waktunya lebih pendek dibandingkan dengan olah tanah secara tradisional,” tuturnya.

Karena penggunaan alsintan mampu mempercepat pekerjaan petani, Paimin mengakui, kini semakin banyak petani yang tertarik memanfaatkan alsintan untuk olah lahan sampai panen. “Beda dengan 7-10 tahun lalu. Kalau zaman dahulu, paling hanya mesin traktor saja yang dimanfaatkan petani. Tapi saat ini banyak petani yang memanfaatkan alat mesin panen. Sebab, penggunaan alat mesin panen ini lebih efektif dan efisien, biayanya pun lebih murah dibanding panen manual,” papar Paimin.

Sewa Alsintan

Untuk menggunakan alsintan, menurut Paimin, petani atau kelompok tani yang menyewa combine harvester hanya dipatok dengan harga sewa sebesar Rp 1,2 juta/ha. Sewa combine harvester ini sangat murah dibandingkan dengan biaya panen secara manual.

Selain biayanya lebih murah, petani juga lebih efektif dan efisien ketika panen menggunakan combine harvester.  Kehilangan hasilnya juga sangat sedikit, sehingga banyak petani yang beralih menggunakan alat panen tersebut.

UPJA Jaya Makmur  juga memiliki traktor tangan dengan jumlah cukup banyak, yakni 5 unit. Sewa traktor tangan ini hanya dipatok dengan harga Rp 300 ribu per 0,25 ha atau sekitar Rp 1,4 juta/ha.  

Sedangkan, untuk rice transplanter  disewakan ke petani plus benihnya  hanya dipatok Rp 800 ribu/ha. Sewa rice transplanter ini memang lebih murah dibandingkan dengan petani yang menanam secara manual. Cara tanam padi dengan mesin modern ini juga lebih efektif dan efisien.

UPJA Jaya Makmur yang beranggota 54 orang petani ini tercatat sebagai UPJA terbaik nasional. Pada tahun 2017, UPJA Jaya Makmur mampu membukukan keuntungan sewa alsintan sebesar Rp 100 juta. Sedangkan tahun 2018 hingga November 2018 pendapatan UPJA sudah sebesar Rp 28,6 juta.          

UPJA Jaya Makmur  tercatat memiliki alsintan relatif banyak. Diantara alsintan bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) itu meliputi rice transplanter 1 unit, traktor tangan 5 unit, hand sprayer 2 unit, pompa air  1 unit, APPO (alat pembuatan pupuk organik) 1 unit, combine harverster (besar) 1 unit, combine harvester (sedang) 1 unit,  dan traktor roda 4  sebanyak 1 unit. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018