Senin, 18 November 2019


Manfaatkan Sodetan Saluran Pembuang sebagai Sumber Air Saat Kemarau

17 Jul 2019, 15:13 WIBEditor : Gesha

Camat Krangkeng, Ali Alamudin berharap agar sodetan yang sama bisa dibuat di Desa Purwajaya | Sumber Foto:DYAH

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Upaya petani Desa Sindangkerta, Kecamatan Krangkeng yang mengisi air irigasi dengan teknik sodetan sungai menjadi solusi jitu menghadapi kekeringan.

Kepala Seksi (Kasie) Mitigasi Iklim, Subdirektorat Iklim, Konservasi Air dan Lingkungan Hidup, Direktorat Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Dyah Susilokarti menyebutkan Kelompok Tani (Poktan) Sri Lestari II mampu mencari solusi menghadapi kekeringan dengan memanfaatkan air dari saluran pembuangan di Kali Pararel Kumpul Kuista dan membuat aliran sodetan.

"Air mampu mencapai lahan sawah karena debit air yang besar yaitu mencapai 6 liter per detik dan digiring dengan menggunakan saluran terpal sepanjang 36 meter," bebernya.

Menariknya, sodetan tersebut dibuat secara swadaya oleh petani dan mendapat dukungan dari Camat Krangkeng, Ali Alamudin. Dirinya berharap jika sodetan yang sama dibuat di Desa Purwajaya, maka potensi lahan yang dapat diselamatkan dari kekeringan seluas 440 ha. "Itu meliputi 3 kelompok tani yaitu Purwawinangun 2 seluas 155 ha, Purwaguna Asih seluas 148 ha dan Puwaguna Asih I seluas 155 ha," bebernya.

Sehingga petani di Kecamatan Krangkeng bisa tetap bertanam dimusim kemarau ini dengan mengandalkan air dari sodetan sungai yang berada di sekitar lahan usahataninya. Sebab dengan air sodetan tersebut, lahan seluas 200 ha di Desa Sindangkerta sudah dapat diairi dan melakukan tanam padi. Bahkan sewa lahan pertanian di Desa Sindangkerta menjadi meningkat karena lahan menjadi optimal untuk ditanami. Sebelum saluran ini di buat sewa lahan hanya 300 ribu per bahu, sekarang menjadi Rp 7 juta per bahu.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018