Minggu, 20 Oktober 2019


Upsus Pajale di NTT Optimis bisa Penuhi Target Tambah Luas Tanam

06 Sep 2019, 11:37 WIBEditor : Ahmad Soim

Tim Upsus Pajale NTT | Sumber Foto:Kontributor

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Realisasi target luas tambah tanam padi di Nusa Tenggara Timur sudah mencapai 93 persen. Pada September 2019, diharapkan bisa tercapai 100 persen atau lebih.

Pusat Pendidikan Pertanian,  Kementerian Pertanian, sebagai Penanggung Jawab Upsus Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan rapat koordinasi program UPSUS Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Jagung Kedelai (Pajale).

Pertemuan yang diadakan pada tanggal 4-5 September 2019 di Kupang dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arshanti, Tim Ahli Upsus NTT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, Pencatat Data dan Koordinator Penyuluh Kabupaten.

Turut hadir Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Perwakilan Dirktorat Jenderal Tanaman Pangan, Penanggung Jawab Wilayah, PT Asuransi Jasindo, serta Kodam IX Udayana dan Kodim Kabupaten yang menyatakan kesiapannya dalam mendukung program Kementerian Pertanian, salah satunya Upsus Pajale.

Provinsi NTT saat ini masih dalam musim kemarau dengan kategori kekeringan ekstrem (>60 hari), yang didukung dengan peringatan dini dari BMKG.

Namun demikian, NTT masih memiliki kewajiban untuk menjalankan program pemerintah yaitu Luas Tambah Tanam (LTT) untuk komoditas padi, jagung dan kedelai atau Pajale sehingga perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi kekeringan yang akan meringankan beban penggiat Upsus dan petani dalam pelaksanaannya.

Dua agenda utama dalam rapat koordinasi ini adalah menentukan target bulan September 2019, yang  harus mempertimbangkan kondisi ketersediaan air dan target periode Oktober 2019 – Maret 2020. 

Jika dilihat dari capaian bulan Agustus, LTT di Provinsi NTT baru mencapai 93 persen dari target  yang telah disepakati. Sisa satu bulan dalam periode penghitungan April - September diharapkan mampu memenuhi kekurangan target atau bahkan melebihi.

Sedangkan untuk periode Oktober 2019 – Maret 2020, dilihat dari realisasi tahun lalu, Provinsi NTT dapat mencapai LTT sebesar 272.624,6 hektar.

Sebagai langkah pengamanan untuk tahun pencapaian keseluruhan, dengan mempertimbangkan permasalahan sulitnya air di Bulan Agustus - September, Pusat Pendidikan Pertanian selaku Penanggung Jawab Provinsi, mengusulkan kenaikan target periode Oktober 2019 - Maret 2020 yang relatif besar.

Masing – masing perwakilan dari Kabupaten menyatakan kesediaannya untuk memenuhi target, dengan catatan, pemerintah segera menurunkan bantuan yang telah diajukan seperti traktor, ekskavator, sumur bor dan benih. Kesepakatan target dituangkan dalam konsensus yang ditandatangani perwakilan masing-masing kabupaten.

PT Asuransi Jasindo menyampaikan materi terkait asuransi pertanian program pemerintah yang dapat mengurangi resiko pertanaman dalam kondisi saat ini.

Petani yang sudah menjadi peserta mendapatkan ganti rugi jika terjadi gagal panen akibat kekeringan. Materi tersebut, kiranya dapat meyakinkan petani untuk tetap melakukan pertanaman meski terdapat keterbatasan air.

Pada kesempatan ini juga, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian menyampaikan materi terkait sistem dan aplikasi pendataan baru yaitu Penguatan Data Pangan Strategis (PDPS) dan Collector for ArcGis. PDPS maupun Collector for ArcGis merupakan sistem pendataan yang bersifat online sehingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan Upsus LTT Pajale dapat lebih mudah dilakukan. 

Menepati janji rapat koordinasi sebelumnya (15/8), Pusat Pendidikan Pertanian memberikan sertifikat penghargaan kepada penyuluh yang telah aktif berpartisipasi dalam menggiatkan petani di kabupaten masing-masing untuk bisa menambah luas tanam.

Sertifikat diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Tim Ahli Upsus NTT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Aster Kasdam IX Udayana, Kepala BBPP Batangkaluku sebagai Penanggung Jawab Wilayah I, Kepala BPTP Provinsi NTT sebagai Penanggung Jawab Wilayah II, dan Kepala SMK-PP Kupang sebagai Penanggung Jawab Wilayah V.

Berdasarkan nama-nama yang telah diajukan, nantinya akan diseleksi tiga penyuluh oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT untuk diberikan penghargaan lebih lanjut. Diharapkan dengan adanya apresiasi tersebut, semangat penyuluh sebagai penggiat Upsus LTT dapat meningkat.

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018