Sunday, 14 June 2026


Isi Kemerdekaan, Panjat Pinang di Manokwari Terus Membara

29 Aug 2021, 19:56 WIBEditor : Gesha

Panjat Pinang di Polbangtan Manokwari

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari --- Sorak sorai terdengar di lapangan olahraga Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari.  Mendekat ke sumber suara, pertandingan panjat pinang ternyata sudah dimulai.  Kegiatan yang semula diadakan pada pagi hari, mengalami pemunduran hingga surya pun terbenam.

Sejak pagi di lapangan Polbangtan Manokwari sudah berdiri dengan gagah dua batang pinang yang mencapai tinggi 9 meter dengan bebagai hadiah di puncaknya.  Layaknya perlombaan panjat pinang yang sering diadakan.  Batang Pohon pinang dilumuri oleh pelumas yang akan licin jika para peserta memanjatnya.  

Disinilah point dari lomba panjat pinang, dibutuhkan ide, gagasan, dan kerja sama yang baik dalam sebuah tim untuk mampu meraih puncak.  Surya terbenam, bukan kendala.  Semangat terus membara dari 10 peserta di masing-masing kelompok.  Koordinator Lomba, Immanuel Womsiwor menyebutkan Peserta terbagi menjadi dua, kelompok masyarakat dan juga keluarga besar Polbangtan Manokwari. "Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati kemerdekaan  Indonesia yang ke-76 tahun, meramaikan, menjalin silaturahmi, dan kebersamaan," tambahnya.

Sesuai namanya, panjat pinang menggunakan pohon pinang. Mirisnya di beberapa daerah di Indonesia sudah sulit menemukan pohon ini. Tapi tidak demikian dengan di Manokwari, Papua Barat. Di sini, pohon pinang hampir banyak dijumpai sejauh mata memandang. Batang pinang jika sudah mencapai tinggi 9 hingga 12 meter dengan diameter 44 hingga 69 cm menjadi incaran para panitia lomba panjat pinang.  Selain ditebang untuk menjadi bahan baku panjat pinang, buahnya dapat dijualan untuk “nginang”. 

Di Bumi Kasuari ini, masyarakatnya senang bertanam pohon pinang karena tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Meski dibutuhkan waktu 30 tahun untuk mampu menjual sang pohon untuk layak diperlombakan.  Masyarakat tetap senang untuk membudidayakan tanaman ini.

 

Reporter : Nsd
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018