Thursday, 22 October 2026


Aplikasikan Kampus Merdeka, Mahasiswa UTU Magang di BPTP Aceh

08 Sep 2021, 09:48 WIBEditor : Gesha

Muhammad Jalil SP.,M.P (tengah) foto bersama peneliti/penyuluh BPTP Aceh dan mahasiswa.

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Sejumlah mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar melaksanakan Magang Kurikulum Kampus Merdeka di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh selama enam bulan. 

"Kami tengah menjalankan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan begitu para mahasiswa dapat mengambil sebanyak 20 SKS dan magang di beberapa tempat termasuk di BPTP Aceh, " ungkap Muhammad Jalil, SP., M.P selaku dosen pendamping. 

Jalil menjelaskan, setidaknya ada 10 mahasiswa yang melakukan kegiatan penelitian/pengkajian di berbagai komoditi, seperti tanaman hidroponik, nilam dan pembenihan tanaman pangan. Pelaksanaan magang selama enam bulan, sehingga setelah melakukan penelitian mereka selesai kuliah. "Output dari kegiatan magang nantinya adalah publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi nasional," ," ujarnya.

Untuk itu, sebelum melakukan penelitian para mahasiswa melaksanakan seminar proposal di Aula BPTP Aceh yang berlansung tanggal 23 Agustus 2021, yang dihadiri koordinator KSPP, peneliti/penyuluh BPTP Aceh dan dosen pendamping serta lima dosen pembimbing Prodi Agroteknologi yang mengikuti secara daring dari UTU Meulaboh. 

Jalil yang merupakan dosen Prodi Agroteknologi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPTP Aceh atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian/pengkajian yang bersinergi dengan tugas pokok BPTP Aceh. "Alhamdulillah dari MoU yang disepakati kini dapat kita implementasi," tuturnya. 

Dengan kurikulum merdeka belajar yang diterapkan Kemdikbudristek, harapannya ini tetap berlanjut dan dapat diaplikasikan. Sehingga ilmu dan pengalaman meneliti yang diperoleh mahasiswa saat menjadi sarjana dapat diterapkan di masyarakat dan dunia kerja. 

Sementara Kepala BPTP Aceh melalui koordinator program Dr Rachman Jaya MSi menyambut positif atas seminar proposal yang dilaksanakan mahasiswa. "Hal ini penting, agar metodologinya jelas dan terukur. Dengan metodologi yang tepat, memudahkan mahasiswa dalam mengolah data dsn dan membuat laporan hasil penelitian," pungkasnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018