
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo (berbaju merah muda) menerangkan ada dana penanganan kejadian luar biasa (KLB) terkait PIB dan Zoonosis di BNPB
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Apa yang terlintas pada benak Anda saat mendengar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ? Bantuan-bantuan pada bencana alam. Betul kan?
Yap betul ! BNPB memang kerap ‘beraksi’ saat terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, tanah longsor, tsunami, dan lainnya. Tapi jangan salah, BNPB juga menangani bencana non alam juga loh.
Jadi penanggulangan yang dilakukan BNPB bukan hanya yang bencana alam, bencana non alam seperti Penyakit Infeksi Baru/Berulang (PIB) dan Zoonosis.
Zoonosis merupakan penyakit atau infeksi yang menular secara alami dari hewan vertebrata ke manusia.
Penyakit ini sudah beberapa kali ditemui di Indonesia seperti penyebaran penyakit flu burung, antraks, rabies dan lainnya.
Sudah beberapa kali BNPB bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) untuk membantu. Salah satunya pengendalian rabies di Pulau Kalimantan.
“Saat itu pemerintah daerah dan Kementan tidak ada anggaran, akhirnya pemimpin daerah menetapkan status luar biasa. Kita salurkan bantuan untuk pengendalian rabies dari dana siap pakai dari BNPB ke dainas peternakan setempat,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat, Sutopo Purwo Nugroho pada acara Peluncuran Dokumen : Pendekatan One Health dalam Penanggulangan Bencana Non Alam Penyakit Infeksi Baru/Berulang dan Zoonosis, Jakarta, Selasa (29/1).
Sutopo menambahkan pihaknya juga bekerjasama saat Gunung Agung Meletus. "Kita evakuasi ternaknya. Proses evakuasi ternak tetap koordinasinya di Kementan,” tambahnya.
Untuk pendanaan BNPB membantu dalam kondisi darurat terkait ternak, seperti rabies, antraks, flu burung, dan sebagainya.
BNPB bisa memberikan Dana Siap Pakai di BNPB, selama pemerintah daerah setempat telah menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) atau status tanggap darurat.
Sutopo menyampaikan dana siap pakai rata-rata dianggarkan setiap tahun hampir Rp 7 triliun untuk seluruh bencana.
“Nah sekarang Kita jadi tahu deh !”