Saturday, 06 March 2021


Rezeki Imlek Pohon Jeruk Kimkit  

05 Feb 2021, 19:33 WIBEditor : Yulianto

Ara raup untung jualan tanaman jeruk kimkit | Sumber Foto:Iqbal

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Membeli buah jeruk untuk dikonsumsi sudah biasa. Tapi kalau kita membeli pohon yang sedang berbuah lebat dengan buahnya berwarna kuning jingga (oranye) pasti menghadirkan sensasi yang berbeda.

Jeruk kimkit yang berbentuk mini biasanya banyak dipasarkan saat menjelang perayaan Imlek. Dalam tradisi etnis Tionghoa, setiap perayaan Tahun Baru Imlek buah jeruk hukum ‘wajib yang harus ada di meja bersama hidangan lainnya.

Dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut dengan ‘chi zhe’. Chi artinya rezeki dan zhe artinya buah. Jadi, jeruk menjadi buah pembawa rezeki. Selain itu, warna oranyenya yang cerah dan cantik juga memiliki makna tersendiri. Bagi masyarakat Tionghoa, warna oranye cerah ini dianggap sebagai lambang emas. Secara tidak langsung, emas artinya rezeki yang berupa uang.

Biasanya masyarakat menikmati jeruk kimkit yang memiliki rasa manis bercampur asam ini dengan cara membeli di supermarket dengan harga sekitar Rp 25.000/kg. Varietas jeruk tersebut biasanya diimpor langsung dari Guangzhou, Tiongkok dan mulai membanjiri pasarkan di awal Januari hingga menjelang Hari Raya Imlek yang tahun ini jatuh pada Februari.

Selain dijual dalam bentuk kiloan, ternyata ada beberapa penjual pohon jeruk kimkit yang sedang berbuah lebat berwarna oranye keemasan dengan tampilan yang sangat menarik. Jenis jeruk kimkit ini termasuk jenis pohon hias, namun buahnya tetap bisa dinikmati dengan rasa dominan masam.

Ara adalah salah seorang pedagang tanaman hias yang memiliki lapak berjualan di daerah Kavling DPR RI, Karang Tengah Cileduk, perbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta. Khusus menjelang imlek, Ara mengosongkan lapak tanaman hiasnya dan mengganti dengan pohon jeruk kimkit yang berbuah lebat.

Di lapak dengan luas kira-kira 1000 meter tersebut, terhampar ratusan pohon jeruk kimkit dengan berbagai ukuran. Pohon jeruk kimkit di lapak milik Ara ini dibanderol  dengan harga bervariasi.

Untuk pohon dengan tinggi 2 meter dihargai Rp 9 juta. Sedangkan untuk ukuran 1,5 meter dibuka dengan harga Rp 5 jutaan. Namun harga ini masih bisa dinego asal konsumen pintar menawarnya. Ada juga ukuran yang lebih kecil dengan harga pasti lebih murah.

Namun ada juga pohon dengan jenis buah yang berbeda, dengan harga yang berbeda juga. Harga itu tentunya sudah termasuk pot cantik dan pengiriman pohon untuk wilayah Jabodetabek. Untuk luar pulau ongkos kirim ditanggung pembeli,” kata Ara. Berminat?

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018