Saturday, 06 March 2021


Mie Kristal Rumput Laut Ala Usup, Banjir Pesanan Kala PSBB

08 Feb 2021, 10:45 WIB

Dengan kreativitas, agar-agar diubah menjadi mie kristal siap makan | Sumber Foto:KKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kreativitas manusia seringkali muncul karena kepepet dan jika ditekuni ternya membuka peluang yang menarik. Inilah yang dirasakan oleh Usup Supriatna yang kini kebanjiran order untuk mie kristal rumput laut miliknya. 

"Saya sebelumnya belajar mengolah rumput laut menjadi Agar Strip. Tapi kemudian iseng nyobain agar stripnya saya kasih bumbu. Ternyata enak dan lebih praktis kalau kita jual kemasan cup,” urai pembudidaya rumput laut sejak 2006 ini.

Usup sendiri merupakan peserta program Inkubator Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP) dari Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) - UPT Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP),  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Di 2018 saya minta diajari sama balai (BBP3KP) dan didampingi untuk produksi,” kata Usup. Satu tahun berjalan, Usup telah mampu membuat agar-agar strip serta mulai memasarkan produknya tersebut. Kendati berhasil, produknya ini masih belum banyak dikenal masyarakat karena hanya dijual terbatas. Namun peruntungannya berubah setelah dia menyulap agar strip menjadi mie kristal rumput laut kemasan cup.

Baca Juga : Rezeki Imlek Pohon Jeruk Kimkit

Ampelgading Malang Miliki Kacang Termahal di Dunia !

Pesan Petani Sukses: Ini Kiat Bisnis Aglaonema untuk Pemula

Usup menjelaskan, di awal 2020, produk mi kristal rumput laut buatannya mulai masuk ke sejumlah pameran. Pemasaran produk tersebut semakin luas setelah diminati oleh klinik kesehatan. Apalagi produk ini sangat digemari bagi masyarakat yang melakukan program diet. Produknya pun telah dipasarkan melalui agen di Majalengka, Cianjur hingga Medan. Bahkan, di saat pandemi Covid-19, permintaan terhadap produk justru semakin meningkat. “Saat awal-awal PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kami kirim untuk klinik di Jakarta Selatan saja bisa 2.000 pieces per dua minggu,” ujarnya.

Agar produknya semakin menjangkau berbagai daerah, Usup pun bergabung dengan pasarlautindonesia.id dan mengikuti gerakan Bangga Buatan Indonesia. Dia berharap, usahanya semakin berkembang dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. “Kita ingin besar dan membuka lapangan kerja, terutama untuk warga sekitar,” sambung Usup.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018