Wednesday, 03 June 2020


Dongkrak Ekonomi Masyarakat, KKP Dorong Budidaya Lele Bioflok

14 Jan 2020, 17:26 WIBEditor : Indarto

Budidaya lele bioflok di pondok pesantren | Sumber Foto:Hiumas Ditjen Perikanan Budidaya

Pengembangan budidaya bioflok merupakan program prioritas yang akan terus didorong Ditjen Perikanan Budidaya

TABLOIDSINARTANI.COM, Kebumen ---Usaha budidaya lele bioflok yang telah dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya  dinilai mampu mendongkrak ekonomi masyarakat. Bahkan, lele bioflok yang dibudidaya  di sejumlah pondok pesantren (ponpes) sangat potensial mendorong ekonomi keumatan /yayasan.

Anggota komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro mengatakan, budidaya lele bioflok juga sangat bermanfaat meningkatkan konsumsi ikan di kalangan santri dan memicu wirausahawan baru. “Karena itu, saya minta KKP terus mendorong pengembangan budidaya lele bioflok.,” ujar Darori, saat melakukan panen parsial lele bioflok di Ponpes Al-Huda, Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (14/1).

 

Menurut Darori, melalui pemberian alternatif usaha budidaya lele bioflok , ponpes/yayasan dapat mengembangkan ekonomi dan penyediaan pangan secara mandiri. “Oleh karenanya, saya minta KKP terus mendorong program ini. Komisi IV DPR RI akan senantiasa dukung kalau terkait program yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidyaa, Slamet Soebjakto mengatakan, pengembangan budidaya bioflok merupakan program prioritas yang akan terus didorong. Ditjen Perikanan Budidaya sangat memahami tantangan global kedepan, khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan, keterbatasan lahan dan sumber daya air.

 

“ Oleh karenanya, KKP terus mengembangkan teknologi budidaya yang adaptif, efisien. Tujuan salah satunya yakni memitigasi pengaruh perubahan lingkungan dan iklim seperti keterbatasan air dan lahan,” papar Slamet.

 

Menurut Slamet,  budidaya lele bioflok  merupakan inovasi yang dirancang sebagai solusi dalam penyediaan pangan berkelanjutan. Keunggulannya, produktivitas tinggi dibanding teknologi konvensional, dan lebih efisien dari sisi penggunaan lahan dan air. “ Ini solusi jangka panjang", ujar Slamet.

Pimpinan Ponpes Al-Huda, Muhammad Muhtasimudin dalam kesempatan yang sama menuturkan , dukungan usaha budidaya lele bioflok ini telah berpengaruh positif, utamanya bagi tambahan pendapatan, suplai sumber gizi para santri dan sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha.

"Produksi yang bisa dihasilkan rata rata per unit kolam sebanyak 200-250 kg per siklus. Nanti hasilnya bisa kami gulirkan untuk pengembangan dan kedepannya  kami kembangkan usaha ini secara mandiri,” papar Muhtasimudin.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018