Wednesday, 26 February 2020


Musi Rawas Bakal Punya Broodstock Center Canggih

31 Jan 2020, 18:19 WIBEditor : Indarto

KKP bangun broodstock center di Musi Rawas | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Broodstock center ini ditargetkan mampu memproduksi induk unggul minimal 400.000 ekor per tahun dan 20 juta ekor benih bermutu per tahun.

TABLOIDSINARTANI.COM, Musi Rawas---Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya akan membangun pusat pengembangan induk ikan unggul nasional (national broodstock center), di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel). Keberadaan broodstock center canggih di lahan seluas  41 hektar (ha) ini nantinya akan menjadi  penyangga stock suplai induk ikan unggul dan benih bermutu untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya di wilayah Sumatera.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto  mengatakan,  keberadaan broodstock center ini nantinya akan berdiri sendiri menjadi balai. Broodstock center ini ditargetkan mampu memproduksi induk unggul minimal 400.000 ekor per tahun dan 20 juta ekor benih bermutu per tahun.

“Komoditas  benih unggul dan induk unggul yang dicetak diantaranya,  ikan nila, patin, jenis ikan endemik dan lokal dan ikan hias spesifik lokal,” papar Slamet Soebjakto, di Musi Rawas, Jumat (31/1).

Menurut Slamet, pemilihan Musi Rawas sebagai lokasi broodstock center, karena kabupaten ini merupakan salah satu sentral budidaya ikan air tawar. Pemda Musi Rawas juga punya komitmen tinggi dalam upaya memajukkan perikanan budidaya.

Slamet juga mengatakan, dengan dibangunnya broodstock center di Musi Rawas,  ke depannya diharapkan ada multiplier effect, yakni tumbuh dan berkembangnya unit-unit pembenihan rakyat dan sekaligus memicu perkembangan aktivitas budidaya di berbagai daerah. Broodstock center yang sedang dibangun ini  akan jadi pusat teknologi perbenihan dan budidaya,  sarana untuk magang dan pelatihan.

“Broodstock center ini nantinya juga akan fokus pada produksi induk dan benih bagi jenis ikan endemik dan spesifik lokal seperti papuyu, belida dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Slamet, broodstock center tersebut akan menerapkan teknologi modern, sistem RAS (Recirculating Aquaculture System). Sistem ini akan mampu menggenjot produktivitas benih hingga 100 kali lipat.

“Karena itu kami sangat berharap ada dukungan dari penganggaran dari Komisi IV DPR RI, sehingga pembangunannya bisa segera diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama,” kata Slamet.

Slamet mengatakan, diperkirakan anggaran untuk pembangunan broodstock center ini menelai biaya sekitar Rp 200 miliar. Sesuai rencana, di dalam broodstock center akan dibangun berbagai sarana dan prasarana produksi mulai dari sarana perbenihan modern, hingga unit pakan ikan mandiri. Artinya, akan ada sarana dan prasarana yang dibangun secara terintegrasi.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI,  Daniel Johan mengatakan, Komisi IV akan sangat mendukung apapun upaya yang tujuannya membangun ekonomi masyarakat. Langkah KKP untuk membangun pusat induk dan benih ikan nasional sangat positif.

“Saya juga berharap, rencana tersebut juga didukung oleh target yang jelas yakni bagaimana mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, devisa, PAD bagi daerah, dan upaya penurunan stunting,” kata Daniel.

 

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018