Wednesday, 21 October 2026


Pabrik Pakan Tunda Kenaikan Harga

21 Apr 2020, 15:00 WIBEditor : Indarto

Pakan ikan untuk pembudidaya

Peran serta para pelaku usaha dibutuhkan agar produktivitas pembudidaya ikan tak terkendala oleh harga pakan.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Di tengah pandemi corona (covid 19) sejumlah pembudidaya juga terkena imbasnya. Salah satunya adalah mahalnya pakan ikan, yang bahan baku utama berupa tepung ikan masih impor

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebutkan, setidaknya dari 41 perusahaan pakan, terdapat 22 perusahaan yang menaikkan harga. Agar pembudidaya bisa menjalankan usahanya,
Menteri Edhy meminta  semua harga pakan kembali normal. Bahkan, KKP akan menindak tegas apabila nantinya ditemukan pelaku usaha yang menaikkan harga pakan.

"Kami akan melakukan pengawasan di lapangan, kalau ada yang naik akan kami usut akan kami lakukan langkah-langkah dan prosedur yang kami miliki," kata Edhy, di Jakarta, Selasa (21/4).

Dalam rapat virtual dengan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), 41 pengusaha produsen pakan ikan/udang, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kemenko Maritim dan Investasi, para pelaku usaha sepakat tak menaikkan harga pakan

"Bapak-ibu (perwakilan pengusaha pakan) setuju untuk menunda tidak menaikkan," ujar Edhy Prabowo.

Edhy memberi apresiasi dan terima kasih kepada produsen pakan ikan/udang yang tidak menaikkan harga. Sebab, selain benih, harga pakan yang terjangkau merupakan hal prinsipil untuk sektor budidaya.

" Dalam situasi pandemi covid 19, peran serta para pelaku usaha dibutuhkan agar produktivitas pembudidaya ikan tak terkendala oleh harga pakan," ujar Edhy.

Edhy juga meminta para pelaku usaha pakan berpartisipasi untuk tidak menaikkan harga pakan. Sebab, pemerintah sudah memberikan insentif fiskal dan pajak.

Sementara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita , berharap para pemangku kepentingan di sektor budidaya, khususnya pengusaha pakan sudah memiliki persepsi yang sama dengan pemerintah. Sebab, para pembudidaya harus terus didukung dengan penyediaan harga pakan yang terjangkau.

" Sektor perikanan budidaya ini setiap tahun meningkat dengan tren cukup baik. pertumbuhan ini tentu harus didukung dengan ketersediaan sumber pakan untuk budidaya, ekspor udang terutama udang vaname merupakan yang terbesar dari sektor kelautan dan perikanan" kata Agus.

Dari 41 perusahaan yang diundang,  sebanyak 40 perusahaan produsen pakan ikan mengikuti rapat virtual tersebut. Diantaranya yakni, PT Cargill Indonesia, Suri Tani Pemuka Group, Central Proteina Prima Group, PT Matahari Sakti, PT CJ Feed Group, PT Gold Coin Indonesia, PT Haida Agriculture Indonesia, PT Wonokoyo Jaya Group, PT Sabas Indonesia, PT Mabar Feed Indonesia, PT Citra Mandiri Kencana, PT Havindo Pakan Optima, PT Evergreen Seafer Feed, PT Menteri Nusantara, PT Sekar Golden Harvesta, dan PT Sinta Prima Feedmill. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018