
Pabrik pakan ikan
TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya--- Sejumlah pembudidaya ikan di wilayah Jawa Timur merespon positif langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan intervensi terhadap rencana kenaikan harga pakan ikan sejumlah industri pakan nasional.
Staf Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur (Jatim), Tsaqif Inayah mengatakan, saat ini harga pakan ikan di Jatin secara umum batal naik. Bahkan perusahaan yang semula terlebih dahulu menaikan harga pakan sebelum tanggal 1 April mengembalikan ke harga semula.
"Setelah tanggal 20 April ada harga pakan di beberapa kabupaten yang turun. Tapi ada juga yang masih tetap. Namun yang masih memberlakukan harga lama ini karena memang stock lama di agen masih ada dan mereka beli dengan harga lama," kata Tsaqif, di Surabaya, Senin (4/5).
Menurut Tsaqif, secara umum harga pakan tidak jadi naik dan yang terlanjur menaikkan, mereka berinisiatif untuk menurunkan harga sesuai arahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan. Bahkan,
pembatalan kenaikan harga pakan ikan tersebut mendapat respon positif dari para pembudidaya ikan.
" Mereka menilai dengan harga pakan yang stabil, beban biaya produksi dapat ditekan, sehingga masalah inefisiensi produksi bisa terpecahkan," ujarnya.
Bangun Adi Wahono, pembudidaya ikan di Kabupaten Tulungagung menyambut gembira upaya pemerintah menekan kenaikan harga pakan. Hal itu dikarenakan, harga pakan kerap menjadi masalah utama dalam proses produksi. Mengingat lebih 70 persen komposisi biaya produksi adalah dari pakan.
"Kami menyambut baik harga pakan tidak jadi naik, melalui upaya ini kami berharap biaya produksi minimal dapat ditekan, dengan begitu nilai tambah masih bisa dirasakan. Di tengah pandemi covid 19 produksi kami bisa bertahan," papar Bangun.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan bahwa KKP akan selalu hadir dalam memberikan solusi terutama dimasa darurat seperti saat ini. Pembatalan kenaikan harga pakan merupakan bagian dari peran pemerintah untuk lakukan intervensi guna memastikan proses produksi tetap berjalan normal.
" Kami menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan pakan nasional atas bentuk kepekaan mereka terhadap kondisi ekonomi para pembudidaya. Kami tahu ini sulit, tapi tentu kami berharap berbagai stimulus ekonomi untuk sektor industri termasuk pakan ini dapat meringankan beban cash flow perusahaan," kata Slamet.
Menurut Slamet, dimasa darurat yang dibutuhkan adalah kerja sama. Perusahaan pakan dan pembudidaya berada dalam satu ekosistem bisnis. Jadi, sudah sepatutnya saling memahami kondisi agar keduanya tetap berjalan.
" Kami KKP dan Dinas Kelautan dan Perikanan juga akan bersama-sama melakukan pemantauan harga di lapangan melalui tim yang sudah dibentuk,” ujar Slamet.
Presiden Direktur PT. Shinta Prima Feedmill, Anang Hermanta, mengaku, sejak awal perusahaannya sudah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga pakan di tengah pandemi covid-19. "Jadi kami lebih ingin usaha budidaya ini berjalan terus, jangan sampai mandek gara-gara petani rugi atau tidak bisa jual ikannya karena serapan pasar ikan yang rendah," ujarnya.
Menurut Anang, apabilaproduksi pembudidaya mandek, maka perekonomian tambah mandek. Ada PHK dan pengangguran dari sub sektor perikanan budidaya. Sehingga, pabrik pakan tidak akan ada artinya kalau usaha produksi yang dilakukan pembudidaya mandek.