Saturday, 06 June 2020


Alumni Perikanan Undip Desak Pemerintah Perbaiki Distribusi dan Pasar Produk Akuakultur

18 May 2020, 15:49 WIBEditor : Indarto

Komoditas udang di pasar | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Masalah terbesarnya yakni pasar yang tersendat dan mempengaruhi cash flow perusahaan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Di tengah pandemi corona (covid 19) banyak usaha perikanan budidaya (akuakultur) berskala UMKM mengalami kesulitan pasar dan distribusi. Agar akuakultur berskala kecil ini tetap bertahan, pemerintah diharapkan fokus melakukan perbaikan rantai pasok dan pasar hasil produksi mereka.

Ketua Umum Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu)  yang juga Anggota Komisi I DPR RI, Abdul Kadir Karding, mendorong pemerintah untuk memberi jaminan agar usaha perikanan budidaya skala kecil tetap bertahan di tengah pandemi covid-19.

" Di  tengah pandemi covid-19 perlu ada skala prioritas untuk menyelesaikan hal mendasar dalam bisnis sektor perikanan," ujar Karding saat  diskusi yang dihelat melalui  format Webinar bertajuk  "Pandemik Covid-19 terhadap Ekonomi Sektor Perikanan", di Jakarta, Senin (18/5).

Menurut Karding, melalui diskusi ini nanti dapat dipetakan kira-kira prioritas apa yang perlu segera diperbaiki dalam jangka pendek untuk memastikan proses produksi tetap berjalan. " Market dan demand juga bermasalah, ini nanti kita minta pihak terkait segera eksekusi arahan presiden, termasuk memastikan stimulus ekonomi," ujar Karding.

Presiden Direktur PT. Kurnia Mitra Makmur (KMM) Didik Sudiarso mengatakan,  pandemi covid-19 telah menyebabkan permintaan pasar menurun drastis. Apalagi saat ini  pasar dalam negeri menjadi objek utama usaha perikanan budidaya.

" Berbagai masukan dan aspirasi dari pelaku industri telah disampaikan. Masalah terbesarnya yakni pasar yang tersendat dan mempengaruhi cash flow perusahaan," papar Didik.

Didik berharap, kebijakan pemerintah mampu secara langsung menyelesaikan problem mendasar. "Saya kira saat ini bukan lagi bicara wacana. Industri harus benar -benar bisa beradaptasi, apalagi pasca covid-19 dipastikan ada perubahan terhadap pola hidup masyarakat," paparnya.

Menurut Didik, peran pemerintah dalam situasi seperti  ini sangat dibutuhkan. "Harus ada intervensi besar," ujar  Didik.

Sementara itu, Ketua DPD Kerapu Wilayah Jabodetabek, Tri Hariyanto  mengatakan,
diskusi seperti ini penting dan akan terus dilakukan secara berkala. Tentu ini bagian dari kontribusi alumni untuk memberikan masukan konstruktif pada pemerintah khususnya bagi kemajuan sektor perikanan.

"Ini bentuk respon kami dalam memberikan masukan konstruktif atas berbagai masalah yang menimpa industri perikanan ditengah pandemi covid-19",  kata Tri yang juga Pengawas Ahli Utama di Bidang Akuakultur.

Seperti diketahui  covid-19  telah mengimbas  sektor perikanan. Secara makro ekonomi, BPS mencatat pada tri wulan I tahun 2020, pertumbuhan PDB sektor perikanan terkoreksi menurun dari sebelumnya di tri wulan I 2019 sebesar 5,21 persen (2019), saat ini turun menjadi 3,51 persen.

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) mengalami defisit terdalam pada periode April 2020 yakni sebesar 99,02. Kondisi ini menandakan daya beli pembudidaya ikan mengalami penurunan drastis selama pandemi covid-19. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018