Saturday, 19 September 2020


Warga Desa Disiapkan Jadi Pengelola Wisata Bahari

28 Aug 2020, 11:25 WIBEditor : Indarto

Bimtek wisata bahari | Sumber Foto:Dok. Humas PRL

Pengelolaan wisata bahari yang baik dapat memberikan nilai tambah ekonomi dari adanya jasa-jasa lingkungan ekosistem atau budaya pesisir yang ada.

 



TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Wisara bahari di tanah air punya potensi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Wisata bahari juga terbukti mampu menjadi salah satu upaya pelestarian alam dan menjaga keberlanjutan ekosistem.

Selaras dengan pengembangan program Desa Wisata Bahari (Dewi Bahari), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) pun melaksanakan program peningkatan kapasitas warga desa untuk menjadi pengelola kawasan yang handal.
Sebanyak 35 warga desa  Provinsi NTB, seperti  Lombok, Bima dan Sumbawa disiapkan untuk menjadi pengelola wisata bahari yang kompeten. Ditjen PRL pun melakukan kegiatan bimbingan teknis pengelolaan wisata bahari kepada mereka.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Aryo Hanggono mengatakan,  pengelolaan wisata bahari yang baik dapat memberikan nilai tambah ekonomi dari adanya jasa-jasa lingkungan ekosistem atau budaya pesisir yang ada. Kegiatan ini akan mendorong peningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Program Desa Wisata Bahari merupakan kebijakan KKP dalam mengembangkan wisata bahari berbasis keberlanjutan ekosistem dan masyarakat lokal, dengan memberikan peluang bagi desa untuk mengembangan desa dengan potensi wisata yang dimilikinya,” kata Aryo di Jakarta, Jumat (28/8).

Direktur Jasa Kelautan, Mitahul Huda mengatakan, melalui kegiatan bimbingan teknis pengelola Dewi Bahari, KKP lebih menekankan pada pengelolaan kawasan wisata, penguatan kelembagaan dan digital promotion untuk ekoeduwisata bahari. Wisata bahari bukan hanya sebagai usaha untuk meningkatkan ekonomi.  Namun juga sekaligus sebagai pelestarian alam guna menjaga keberlanjutan ekosistem.

”Kegiatan ini akan menjadi bekal bagi pengelola wisata bahari ke arah yang lebih baik dengan tetap menitik- beratkan pada keberlanjutan ekosistem," kata Huda.

Huda menekankan kepada para pengelola wisata bahari untuk dapat melihat langsung kondisi ekosistem yang mengalami degradasi dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut bisa menjadikan semangat para pengelola wisata untuk semakin peduli, mensosialisasikan pada wisatawan agar menjadi wisatawan yang bertanggung jawab.

“Pemberian materi bukan saja dilaksanakan dalam kelas, tetapi peserta diajak melihat langsung kondisi ekosistem kelautan di perairan Lombok Timur yang dilakukan guna pendataan ekosistem terumbu karang, " kata Huda.

Menurut Huda, dengan ekosistem yang terus berkelanjutan dan lestari, otomatis akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Bahkan,  melalui pengembangan potensi lokal dari masing-masing desa wisata bahari, masyarakat akan mendapat manfaat ekonomi. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018