Sunday, 29 November 2020


Coral Garden, Gerakkan Ekonomi Masyarakat Bali

19 Nov 2020, 10:42 WIBEditor : Indarto

Padat Karya coral garden | Sumber Foto:Dok. Humas PRL

Program PEN melalui restorasi terumbu karang dengan pembuatan kebun karang disambut baik oleh masyarakat Bali.

 

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Dampak pandemic covid 19 sangat dirasakan di sejumlah kawasan wisata. Seperti di Bali, hingga saat ini terjadi penurunan kunjungan wisata domestic maupun manca negara dan hal tersebut juga berdampak terhadap menurunnya pendapatan masyarakat. Guna memulihkan kegiatan ekonomi, pemerintah telah mengembangkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

 

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, sekaligus memperbaiki ekosistem terumbu karang di Bali. Melalui program PEN Padat Karya Restorasi Terumbu Karang - Indonesia Coral Reef Garden (ICRG), diharapkan bisa membantu masyarakat untuk menggerakkan ekonomi.

 

Plt. Dirjen PRL, Tb. Haeru Rahayu mengatakan,  program PEN melalui restorasi terumbu karang dengan pembuatan kebun karang disambut baik oleh masyarakat Bali, khususnya di Pantai Pandawa di Desa Kutuh yang menjadi salah satu lokasi program ini.  Program ICRG di Bali  mempunyai skema padat karya pembuatan media karang dan bantuan sarana wisata bahari sebagai pendukungnya.

 

“Program PEN ICRG dilaksanakan di 5 lokasi di Provinsi Bali, yaitu Nusa Dua, Serangan, Sanur, Pantai Pandawa dan Buleleng. Luas kebun karang (coral garden) seluruhnya akan mencapai 50 ha,’ kata Tb. Haeru, di Jakarta, Kamis (19/11).

 

Tb  Haeru mengatakan, Desa Kutuh yang kondisi datarannya berbatu kapur, masyarakat sekitar mengandalkan keindahan pantainya untuk mencari nafkah dengan berjualan dan menjadi pemandu wisata.

 

Sementara itu, Gede Suwite pamong desa yang pada program ICRG di Pantai Pandawa ini berperan sebagai mandor mengatakan, sebanyak 10 pekerja berterima kasih atas program ICRG di desanya.  Program padat karya ini membantu perekonomian warga Desa Kutuh.

 

“ Selama ini sejak pandemi berlangsung banyak warga yang berdiam diri di rumah karena kehilangan pekerjaan, sekarang bisa bekerja lagi. Sementara warga kalau mau beralih mata pencaharian sebagai tani atau bercocok tanam tidak bisa karena kondisi lahan di sini kering,” kata  Suwite.

 

Program ICRG Restorasi Terumbu Karang juga melibatkan perempuan. Seperti Bu Ketut yang sebelum pandemi bekerja membantu suami dengan berjualan keripik di sekitar lokasi wisata Pantai Pandawa. Perempuan asal Banjar Petangan awalnya mengetahui program ini melalui pengumuman Bendesa dengan mengumpulkan fotokopi KTP. 

 

“Program ini bagus dan bermanfaat, ada kegiatan untuk membantu ekonomi keluarga, membantu suami mencari uang. Kami jenuh terus-terusan di rumah sejak Maret kena pandemi,” ujarnya. 

 

Sementara itu Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda mengatakan,  pembangunan kebun karang sebagai objek pariwisata diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi  sektor pariwisata ke depan.  Program ICRG bersifat padat karya, diharapkan memberdayakan masyarakat agar lebih produktif khususnya bagi masyarakat yang kegiatan usahanya terdampak  pandemi Covid-19.

 

“ Kegiatan ini memanfaatkan sumber daya dan tenaga kerja lokal untuk memberikan tambahan pendapatan, sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Huda.

 

 Huda mengatakan, para pekerja program padat karya ICRG akan dilibatkan dalam kegiatan pembuatan struktur media karang, pemasangan dan instalasi struktur dengan meletakkan media karang di laut sesuai rencana, dan pembuatan patung bawah air. Kegiatan pembangunan kebun karang secara padat karya ini selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,  juga mendukung pelestarian alam  berkelanjutan.

 

“ Sehingga, kegiatan ini dapat memulihkan ekosistem karang sekaligus menjadi sarana eko-eduwisata,” pungkas Huda.

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018