Kamis, 18 Juli 2024


Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, KKP Kembangkan Budidaya Sistem Bioflok di Kalbar

07 Des 2020, 11:53 WIBEditor : Indarto

Budidaya sistem bioflok | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Budidaya ikan sistem bioflok dapat menjadi solusi akan penyediaan sumber protein bergizi tinggi dengan harga yang terjangkau di masyarakat.

 



TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Budidaya sistem bioflok terus dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB). Guna mengembangkan budidaya hemat air tersebut, DJPB  menyalurkan bantuan kepada Pokdakan dan Yayasan Penerima Bantuan Budidaya Sistem Bioflok  tahun anggaran 2020 di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Bantuan Budidaya Sistem Bioflok diserahkan secara langsung oleh Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin kepada Ketua Pokdakan dan Yayasan Penerima Bantuan Budidaya Sistem Bioflok bersama Dinas Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kabupaten / Kota , dan penyuluh perikanan. Adapun, bantuan yang diberikan berjumlah 11 paket senilai Rp 1,8 miliar untuk 11 kelompok yang terdapat di kabupaten dan kota provinsi Kalbar, yang tersebar di kota Pontianak, Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kab. Kubu Raya, Kab. Ketapang dan Kab. Melawi.


Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat melalui berbagai program bantuan yang disalurkan secara terukur serta berorientasi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Bantuan budidaya ikan sistem bioflok memiliki potensi untuk meningkatkan kapasitas SDM di masyarakat karena dapat meningkatkan keterampilan pembudidaya melalui tekonologi yang diadaptasi.

“ Bantuan ini diharapkan  mampu meningkatan pendapatan, karena efisiensi budidaya ikan sistem bioflok serta limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik,” kata Slamet, di Jakarta, Senin (7/12).

Menurut Slamet, budidaya ikan sistem bioflok dapat menjadi solusi akan penyediaan sumber protein bergizi tinggi dengan harga yang terjangkau di masyarakat. “Dengan asupan protein yang terpenuhi, tingkat kesehatan dan gizi masyarakat dapat terjaga sehingga produktivitas masyarakat dapat terus meningkat di masa mendatang,” kata  Slamet.

Kepala BPBAT Mandiangin Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, bantuan budidaya Ikan sistem bioflok bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya. Selain itu, juga bermanfaat sebagai  diseminasi teknologi budidaya ikan yang efisien, produktivitas tinggi dan ramah lingkungan.

“ Bantuan ini juga menjadi stimulus usaha bagi masyarakat untuk penciptaan lapangan kerja dan ketahanan pangan. Sehingga diharapkan dapat terus memberi manfaat ekonomi bagi kelompok penerima dan masyarakat sekitarnya,” papar Andy.

Andy berharap, semua kelompok penerima bisa memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal, serta meningkatkan ketahanan pangan dan menstimulus usaha bagi masyarakat untuk penciptaan lapangan kerja. Sebab, Pokdakan yang membudidaya ikan sistem bioflok masa budidaya yang lebih singkat, hemat air, tidak perlu lahan yang luas serta hemat pakan, dapat diintegrasikan dengan sayur, hasil panen dan keuntungan yang lebih tinggi.

Pastinya, bantuan ini dapat menstimulus usaha bagi masyarakat khususnya di tengah pandemi covid-19. Budidaya sistem bioflok ini  dapat direplikasi oleh masyarakat sehingga meningkatkan produksi ikan Lele di Provinsi Kalabar dan bisa dimanfaatkan serta dioperasionalkan oleh kelompok penerima dengan baik dan optimal.

Salah satu perwakilan pengurus pondok pesantren Tombo Ati, di kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, M. Toyyib mengucapkan terima kasih kepada  KKP atas bantuan bioflok yang diberikan. Bantuan ini dirasakan sangat bermanfaat bagi kelompok karena hasil produksi ikan lele yang diperoleh dapat membantu meningkatkan konsumsi protein ikan bagi anak anak santri dan warga di sekitar pondok pesantren.

“Bantuan budidaya sistem bioflok ini juga dapat dipergunakan untuk mengedukasi para santri sehingga mempunyai keahlian di sektor usaha perikanan selain ilmu agama,” ujarnya.



 

Reporter : Dimas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018