Friday, 07 May 2021


Dengan Akuaponik, Petani Sebatik Hasilkan Ikan dan Sayuran Daun

10 Apr 2021, 17:42 WIBEditor : Ahmad Soim

Pengembangan akuaponi di Nunukan | Sumber Foto:Sabriadi

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan -- Teknik akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan dengan tanaman sayuran daun berkembang di Nunukan, Kalimantan Utara. Teknologi akuaponik  menghasilkan dua produk sekaligus yakni tanaman sayuran dan ikan.

Tepatnya di Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan. Masyarakatnya sedang giat-giatnya melakukan budidaya ikan air tawar. Mencermati tren itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sabriadi bersama dengan anggota kelompok budidya perikanan mencoba melakukan integrasi antara budidaya ikan dipadukan dengan sayuran daun melalui sistem akuaponik.

Hal tersebut dilakukan Sabriadi saat melakuakan penyuluhan sekaligus praktik cara pembuatan akuaponik  di Desa Aji Kuning, Kamis (8/4/2021).  Akuaponik dipilih karena  memadukan antara sistem budidaya ikan dan tanaman secara bersama dalam sebuah  ekosistem yang resirkulasi atau saling menguntungkan dengan menggunakan bakteri alami untuk mengubah kotoran dan sisa pakan ikan menjadi nutrisi tanaman. 

BACA JUGA:

Sabriadi menuturkan, memanen tanaman sekaligus ikan sangat menyenangkan itulah salah satu keunggulan dari sistem tanam akuaponik. Secara teknik  hidroponik dan akuaponik itu hampir sama saja yang membedakan adalah nutrisinya, kalau akuaponik sepenuhnya murni mengaharapkan air dari kolam itu. 

"Akuaponik ini sumber nutrisinya berasal dari pelet pakan yang diberikan kepada ikan selanjutnya menghasilkan feses dan amonia hasil dari metabolisme ikan, sementara  tanaman akan berfungsi sebagai filter mengurai zat racun  menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan, dan tanaman juga berguna sebagai menyuplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan, dengan demikian akan terjadi siklus saling menguntungkan,”  ujarnya.

Menurutnya, akuaponik  yang  menghasilkan dua produk sekaligus yakni tanaman sayuran dan ikan dapat dilakukan pada lahan yang terbatas  dan  hasilnya pun termasuk organik. 

“Rencanya  akan dibudidayakan pada akuaponik  adalah ikan lele dan nila, sementara  sayuran daunnya jenis sawi dan kangkung, jumlah kolamnya ada 2 buah masing-masing memilki luas 1,5 x 3 meter,” ucap Sabriadi.

Diperkirakan 3 sampai 4 bulan ikan nila sudah bisa dipanen sementara ikan lele umur 2 bulanan, sedangkan sayuran daun usia sebulan sudah dapat panen.

“Kita yakin setiap keluarga pasti membutuhkan ikan dan sayuran setiap hari guna memenuhi  kebutuhan   protien dan gizi lainnya, dengan akuaponik ini diharapkan bisa menjadi  sumber alternatif  selain itu juga keberadaannya pun ada di sekitar rumah serta kalau hasilnya banyak bisa dijual sebagai sumber tambahan pendapatan keluarga,” katanya.

Dalam penyuluhan tersebut Sabriadi mempraktikkan pemasangan instalasi pipa dan kelengkapan lainnya tentang teknik pembuatan akuaponik secara detil.

Anggota kelompok budidaya perikanan Desa Aji Kuning merespons dengan antusias praktik pelatihan pembuatan akuaponik, mereka akan mencoba membuat sendiri di rumah masing-masing.

--+

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Ibnu Abas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018