Senin, 22 Juli 2019


Ingat Patin, Ingat Banyuasin

26 Mar 2019, 11:50 WIBEditor : Gesha

Patin dari Kabupaten Banyuasin sangat potensial untuk dikembangkan | Sumber Foto:ISTIMEWA

Kabupaten Banyuasin akan mampu menjadi sentra produksi ikan patin seperti di Vietnam.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuasin --- Sumatera Selatan (Sumsel) punya potensi potensi perikanan budidaya yang cukup besar, baik air tawar, payau maupun laut. Satu kabupaten yang miliki potensi perikanan adalah Banyuasin dengan ikan patin.

Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan sebagai daerah yang memiliki lembah sungai Musi, Banyuasin memiliki 3 potensi budidaya ikan sekaligus, tawar, payau maupun laut.

”Tadi begitu sampai, saya sempat rasakan air di sini. Saya yakin air di sini banyak yang memiliki kadar salinitas 3-5 per mil, ini potensial dan sangat cocok untuk pemeliharaan berbagai jenis ikan air tawar seperti nila, mas, dan patin," kata Slamet Soebjakto saat kunjungan kerja bersama Ketua Komisi IV DPR RI di Desa Tirtaharja Kecamatan Muara Sugihan, Kab.Banyuasin, Sumatera Selatan.

Slamet menegaskan bahwa budidaya ikan air tawar itu yang optimal 0 per mil. Justru  sebenarnya yang sangat bagus itu pada salinitas 3-5 per mil. "Pada salinitas 3-5 per mil, ikan akan tumbuh maksimal sebab makanan terfokus untuk pertumbuhan," ujar Slamet.

Dengan potensi dan karakteristik perairan yang dimiliki,  Kabupaten Banyuasin akan mampu menjadi sentra produksi ikan patin seperti di Vietnam. ”Saya pernah ke Vietnam, kenapa produksi patinnya tinggi? Karena sungai Mekongnya. Di Sungai Mekong kadar oksigennya tinggi, salinitasnya juga 3-5 per mil," papar Slamet.

Bahkan, Banyuasin memiliki pasang surut tinggi, sehingga dapat membuat kadar oksigennya juga tinggi dan salinitasnya cocok untuk budidaya berbagai jenis ikan air tawar di samping ikan patin.

Lantaran memiliki potensi perikanan budidaya cukup besar, Ditjen Perikanan Budidaya  akan mengidentifikasi lokasi-lokasi mana saja yang dapat dikembangkan untuk tambak atau kolam. 

“Kita akan kawal, kita petakan dengan tepat mana saja lokasi yang pas untuk budidaya udang, bandeng dan air tawar. Sehingga nanti tata letak, konstruksi dan penerapan teknologinya benar-benar tepat dan memenuhi kaidah budidaya berkelanjutan, karena perairan disini masih belum tercemar," papar Slamet.

Ia juga  berpesan, agar semua stakeholder memiliki komitmen yang kuat untuk tidak mencemari lingkungan perairan. Salah satunya tak membuang sambah khususnya plastik ke sungai, tambak dan danau. "Dengan begitu budidaya ikan kita akan lebih sehat dan ramah lingkungan," ujarnya.

Bantuan

Dalam kesempatan tersebut Slamet juga menyerahkan secara langsung berbagai dukungan dari KKP antara lain benih ikan lele sebanyak140.000 ekor, benih ikan patin 110.000 ekor, benih ikan bandeng 100.000 ekor, bantuan pakan mandiri sebanyak 25.000 kg, 5 paket budidaya lele sistem bioflok, 1 unit mesin pakan mandiri lengkap dengan bahan bakunya, serta pinjaman pembiayaan melalui BLU-LPMUKP untuk 2 Pokdakan sebesar  Rp. 350.000, dan pembagian kartu KUSUKA untuk 3 pelaku usaha budidaya yang telah tervalidasi.

Selain itu, KKP juga memberikan pelatihan berbagai keahlian dalam usaha perikanan kepada masyarakat pembudidaya ikan Banyuasin melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Medan.

 

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018