Selasa, 21 Mei 2019


Menengok Sentra Budidaya di Musirawas, Mampu Hasilkan 193,78 Ton/Hari

02 Apr 2019, 15:14 WIBEditor : Gesha

Kabupaten Musi Rawas menjadi salah satu sentra perikanan di Indonesia | Sumber Foto:Ditjen DJPB

Jenis ikan yang dibudidaya masyarakat Musirawas umumnya ikan air tawar, seperti Nila, Mas, Lele, Patin, Gurame dan Nilem.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Musirawas --- Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan (Sumsel) dikenal sebagai salah satu daerah pengembangannya perikanan budidayanya yang pertumbuhannya sangat pesat. Tak heran apabila Kabupaten Musirawas saat ini menjadi salah satu sentra perikanan budidaya strategis dengan tingkat produksi mencapai 193,78 ton/hari.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto mengungkapkan, ikan yang dibudidaya masyarakat Musirawas tak hanya untuk memenuhi kebutuhan ikan di kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musirawas.

Namun, sejumlah ikan air tawar yang dibudidaya dari daerah tersebut juga dipasok ke sejumlah daerah dan kota sekitarnya. “Karena ikan yang diproduksi pembudidaya di Kabupaten Musirawas jumlahnya banyak dan beragam, maka hasil budidaya tersebut didistribusikan masyarakat sampai ke kota Palembang, Bengkulu, dan Jambi,” papar Slamet, saat kunjungan kerja di Desa M. Sitiharjo,  Kecamatan Tugumulyo, Kab. Musirawas, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (2/4)

Slamet juga mengatakan, Kecamatan Tugumulyo, merupakan salah satu kawasan pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Musirawas, yang sekaligus sebagai daerah minapolitan perikanan budidaya.

Jenis ikan yang dibudidaya masyarakat Musirawas umumnya ikan air tawar, seperti Nila, Mas, Lele, Patin, Gurame dan Nilem. “Kami lihat jumlah kolam di sini juga terus bertambah. Ini menunjukkan bahwa Musirawas benar-benar telah menjelma sebagai sentra perikanan budidaya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan,  untuk memudahkan pembudidaya mendapatkan benih ikan yang berkualitas, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya  segera membangun instalasi perikanan budidaya khusus untuk memproduksi calon induk (broodstock) dan benih ikan air tawar di Musirawas.

Diharapkan, dengan adanya instalasi atau broodstock ini akan mampu memenuhi kebutuhan calon induk dan benih ikan air tawar di Sumatera. Pemda juga mendukung penuh dengan menyediakan lahan dan sarana prasarana perairannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Slamet juga melakukan panen ikan nila sebanyak 3 ton. Panen ikan nilai yang dibudidaya Kelompok Mina Sari, Desa M. Sitoharjo, Kecamatan Tugu Mulyo tersebut  merupakan  bagian dari dukungan Ditjen Perikanan Budidaya

“Tahun lalu, kelompok pembudidaya ikan ini mendapatkan bantuan benih ikan Nila 25.000 ekor dan saat ini sudah dapat dipanen. Ini merupakan bukti bahwa program-program KKP dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung,” tegas Slamet.

Dalam kesempatan yang sama, Edhy Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo mengatakan rasa puasnya atas berbagai keberhasilan dan kemajuan pembangunan perikanan budidaya yang berhasil dilakukan KKP di berbagai daerah.

“Kehadiran kami di sini untuk memastikan pembangunan perikanan dan juga sektor lainnya berjalan baik. Program dan bantuan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Edhy.

Data KKP menyebutkan, produksi perikanan budidaya di Kabupaten Musirawas pada tahun 2018 sebanyak 70.731,86 ton, atau tumbuh positif dari tahun sebelumnya sebanyak 65.709,00 ton. Sedangkan luas lahan potensial di Musirawas  mencapai 3.500 ha. Dari luas lahan tersebut yang sudah dimanfaatkan untuk budidaya sebanyak 792,38 ha.

Kawasan Minapolitan perikanan budidaya di Musirawas meliputi, Kec. Tugumulyo, Purwodadi, Muara Beliti dan Daerah Penyangga Kec. Tuah Negeri, Sumber Harta, STL Ulu Terawas, Megang Sakti. Data menyebutkan, jumlah pembudidaya ikan tercatat sebanyak 4.635 orang.

 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018