Kamis, 23 Mei 2019


Sebanyak 30 Ekor Penyu Dilepasliarkan di Perairan Natuna

07 Mei 2019, 14:47 WIBEditor : Yulianto

Menteri KKP, Susi Pudjiastuti | Sumber Foto:Humas KKP

Penyu yang dilepasliarkan merupakan sebagian dari barang bukti kasus pemanfaatan ilegal spesies penyu dilindungi di Batam yang berhasil diungkap oleh Polair Polda Kepri

TABLOIDSINARTANI.COM, Natuna---Sebanyak 30 ekor penyu yang merupakan spesies dilindungi dilepasliarkan di Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Diantara jenis penyu tersebut sebanyak 25 ekor berupa penyu hijau dan 5 ekor penyu sisik.

Penyu yang dilepasliarkan merupakan sebagian dari barang bukti kasus pemanfaatan ilegal spesies penyu dilindungi di Batam yang berhasil diungkap oleh Polair Polda Kepri, kata Plt. Direktur Jenderal PSDKP Agus Suherman, di Natuna, Selasa (7/5).

Menurut Agus, sebelumnya pada 19 April 2019 Polair Baharkam POLRI berhasil mengungkap adanya pemanfaatan ilegal spesies penyu dilindungi dan diduga akan diperdagangkan. Setidaknya sebanyak 148 ekor penyu berhasil diamankan oleh Polair  Baharkam Polri. Penyu yang diamankan itu dalam kondisi hidup 118 ekor dan 30 ekor mati.

Selanjutnya Polair Baharkam POLRI bekerja sama dengan Pangkalan PSDKP Batam, BKSDA Batam, Stasiun Karantina Ikan Batam, dan BPSPL Tanjungpinang melakukan penanganan dengan menempatkan 118 ekor penyu hidup di area penangkaran di Pulau Mencaras Batam. Sedangkan sebanyak 30 ekor penyu yang mati dimusnahkan pada 21 April 2019 di tempat pembakaran daging Karantina Pertanian Batam," ujar Agus.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi  kepada jajaran Polair yang berhasil mengungkap pemanfaatan ilegal spesies yang dilindungi dan terancam punah. Susi juga mengajak semua pihak untuk peduli terhadap kelestarian dan keberlanjutan sumber daya alam laut Indonesia.

Saya mengajak kepada aparat penegak hukum terkait untuk terus bekerja keras melindungi dan menyelamatkan sumber daya alam laut kita dari oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab, khususnya perdagangan ilegal spesies dilindungi, papar Susi.

Seperti diketahui, penyu merupakan salah satu spesies yang dilindungi berdasarkan ketentuan hukum nasional maupun ketentuan internasional. Hal itu dikarenakan keberadaan penyu sudah terancam punah. Diantara penyebabnya adalah faktor alam maupun aktivitas manusia.

Data KKP menyebutkan, di Indonesia terdapat enam jenis penyu dilindungi yaitu: Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Tempayan (Caretta caretta), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Ridel/Abu-abu (Lepidochelys olivacea); dan Penyu Pipih (Natator depressa).

Untuk melindungi penyu yang sudah terancam punah, KKP pada tahun 2015 menerbitkan surat edaran kepada Pemerintah Daerah (Gubernur dan Bupati) agar melakukan sosialisasi disertai pembinaan dalam rangka penyadaran masyarakat untuk melindungi penyu dari kepunahan.

Pemerintah Daerah (Pemda) diharapkan berkoordinasi dalam pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum untuk perlindungan penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya. Bahkan  Pemda juga diharapkan melakukan perlindungan habitat peneluran penyu; serta monitoring terhadap pelaksanaan program perlindungan penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya.

 

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018