Sunday, 24 October 2021


Mahasiswa Sulsel Peduli Lingkungan, Gelar Mangrove Camp dan Peduli Penyu

20 Jun 2021, 04:40 WIBEditor : Ahmad Soim

Mahasiswa Sulsel peduli lingkungan | Sumber Foto:Suriady

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pinrang -- Para mahasiswa di Sulawesi melakukan aksi peduli lingkungan. Mereka membuat kegiatan untuk pengenalan penyu dan pelepasan tukit, pembibitan mangrove, dan penanaman mangrove. 

Stepa BEM-FT Umpar menggelar mangrove camp berlangsung di pantai Lowita Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Kegiatan camp ini di hadiri luar Kab. Pinrang, Kompas Gowa kadernya hampir di beberapa daerah di Sulsel, Mapala Abadi IAIN Parepare, Dmitry Parepare, Sapala Parepare, KPA Nepo Barru, BEM Teknik Umpar Parepare, Garda Mangrove Brotherhood, Pejajalan Pinrang Tuan rumah Lima Putra Pesisir & Bank Sampah Peduli Pinrang/Yayasan Masyarakat Peduli Pinrang kegiatan di laksanakan oleh Mapala Stepa Parepare dalam rangka kegiatan Lingkungan.

Dalam kegiatan mangrove Camp mengadakan kegiatan, pengenalan penyu dan pelepasan tukit, pembibitan mangrove, penanaman mangrove sekaligus diskusi tentang dampak alam yang sekarang sudah menghantui kita semua ayo mulai dari sekarang peduli alam ini hal tersebut diungkapkan langsung Abul Ketua Mapala Stepa Parepare.

"Kegiatan ini kami laksanakan di Pinrang karena persatuan tentang giat lingkungan yang menjunjung rasa kebersamaan serta bekerja sama dari disinilah kami berkegiatan dan akan terapkan di parepare karena Pinrang adalah teluk yang kami akan penanaman mangrove dan harapan kedepannya semoga kegiatan ini menjadi awal yang berkelanjutan untuk terus menjaga lingkungan terkhususnya wilayah pesisir Pinrang dan Parepare," kata Abul Ketua Mapala Stepa Parepare.

Hal senada diungkapkan Ali Topan yang hadir bersama Tuan rumah Lima Putra Pesisir penggiat Penyu, Mangrove dan Garda Mangrove Brotherhood Pinrang langsung di kegiatan rekan-rekan giat lingkungan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digelar Stepa BEM-FT Umpar.

BACA JUGA:

"Kami selalu menerima para penggiat untuk ke Pinrang ayo kita sama-sama belajar tentang lingkungan, Manusia sebagai mahluk yang kreatif, mempunyai peran yang sangat kuat dalam penentuan sebuah pembangunan. Ia adalah pembangunan, perencana dan penikmat hasil pembangunan itu. Ketika manusia mampu merangsang diri dan lingkungan sekitarnya, berarti manusia sanggup untuk membentuk sebuah kemajuan yang konkret, ironisnya, sikap dan perilaku manusia pada saat ini kurang menunjukkan kesadaran," kata Founder bank sampah Pinrang.

Ali menambahkan lemahnya kesadaran manusia malah memproduk lingkungan menjadi "carut-marut", banyak isu kerusakan lingkungan yang berkembang (Salah satunya: Global Warning) --masalah lingkungan tersebut sudah menjadi titik tolak yang sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan manusia ke depan, apalagi sekarang ditambah lagi dengan semakin padatnya penduduk yang ada. Mewujudkan kehidupan yang layak dimasa depan dalam lingkungan, manusia harus sanggup untuk "merepotkan" dan "direpotkan (mutualisme).

Pendidikan adalah sebuah jalan utama masuk ke dalam gerbang kesadaran, membuka akal budi kita, agar terus bekerja dan menjaga stabilitas ekologi untuk kehidupan dimasa depan bagi generasi baru sebagai penghuni dunia. "manusia adalah subjek dan objek perubahan, dan penikmat perubahan".

"Dengan kegiatan lingkungan ini ada pesan bermakna di kegiatan tersebut bagaimana menanamkan nilai-nilai moral-spritual kepada semua generasi manusia, agar lingkungan hidup terus terjaga, ekologi seimbang, tanpa dikotori oleh tangan-tangan manusia. "Semua manusia adalah sumber perkembangan sejarah, tetapi dia juga dibentuk oleh sejarah dan lingkungannya," pungkasnya.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018