Sabtu, 17 Agustus 2019


37 Ribu Benih Lobster Dilepasliarkan di Pulau Menjangan Banyuwangi

13 Jun 2019, 14:29 WIBEditor : Gesha

MenKP Susi Pudjiastuti mengatakan, BL yang berhasil diamankan petugas diduga diselundupkan dari daerah Jawa Barat dan Lombok , Nusa Tenggara Barat (NTB). | Sumber Foto:HUMAS KKP

Penangkapan dan/atau pengeluaran benih lobster telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2016.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuwangi ---- Sebanyak 37 ribu benih lobster (BL) yang berhasil diamankan petugas Balai KIPM Surabaya dan Unit Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya dilepasliarkan di perairan Taman Nasional Pulau Menjangan Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). BL yang dilepasliarkan tersebut terdiri dari 5.000 ekor jenis mutiara dan 32.000 ekor jenis pasir.

Pelepasliaran BL tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo dan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya S. Poerwadi, di Banyuwangi, Kamis (13/6). 

Dalam kegiatan pelepasliaran tersebut, MenKP Susi Pudjiastuti mengatakan, BL yang berhasil diamankan petugas diduga diselundupkan dari daerah Jawa Barat dan Lombok , Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pelaku penyelundupan mengumpulkan dan membeli BL dari para pengepul untuk dijual ke luar negeri dengan harga yang sangat menggiurkan,” ujar Susi, di Banyuwangi.

Menurut Susi, karena harganya menggiurkan, tak mengherankan masih banyak ditemukan kasus penyelundupan meskipun.  “Mereka tergiur dengan harga tinggi yang ditawarkan pembeli dari luar negeri. Padahal, harga tersebut masih jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan harga lobster yang dibiarkan besar terlebih dahulu,” kata Susi. 

Susi juga mengatakan,  sampai saat ini  petugas rutin melakukan pengamanan dan pengawasan di berbagai titik lalu lintas produk perikanan. Hal ini dilakukan dalam untuk menjamin keberlangsungan lobster yang ada di perairan tanah air.

“Saya juga berharap,  benih lobster yang kita lepas liarkan ini menjadi potensi masa depan lobster yang bisa ditangkap nelayan wilayah Banyuwangi dan Bali bagian barat,” ujar Susi.

Susi juga memintan supaya tidak ada lagi masyarakat yang menyelundupkan BL dan lobster bertelur maupun komoditas perikanan yang dilarang lainnya untuk menjaga stok di alam. 

“Pemerintah membuat regulasi untuk melindungi dan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan kita. Untuk siapa? Untuk kita semua dan generasi yang akan datang. Jangan sampai generasi mendatang tidak bisa lagi menangkap lobster di perairan Indonesia karena eksploitasi yang berlebihan,” tegas Susi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai KIPM Surabaya I, Muhlin mengatakan, pelarangan penangkapan dan/atau pengeluaran benih lobster telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2016. 

“Yang boleh ditangkap lobster yang tidak bertelur dan berbobot di atas 200 gram per ekor. Kalau BL tadi kan jelas masih berukuran nol koma sekian gram, berarti tidak boleh. Kemudian memang dilarang menangkap dan memperjualbelikan  BL untuk dibudidaya,” kata Muhlin. 

Muhlin mengatakan, BL yang berhasil diamankan tersebut  nilainya diperkirakan  sekitar Rp 5,4 miliar.  “Jadi, kerugian negara yang berhasil diselamatkan  nilainya cukup besar, Rp 5,4 miliar,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera dalam keterangannya mengungkapkan, penggagalan penyelundupan melalui penggrebekan gudang penyimpanan BL ini bermula dari informasi masyarakat. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan. “Sebenarnya kami sudah lama pantau pergerakannya,” ujar Frans. 

Frans juga mengatakan, gudang tersebut digunakan untuk menampung sementara (tempat transit) BL selundupan yang akan dikirim ke luar negeri. BL yang diamankan tersebut  telah dikemas dalam kantong plastik.

Dalam penggrebekan, petugas gabungan mengamankan tujuh orang tersangka di antaranya  HB (32) warga Jakarta, TS (28) warga Subang, ART (20) warga Ciputat, DAL (24) warga Tasikmalaya, WP (24) warga Subang, MAA (29) warga Lubuk Lingau, dan ES (30) warga Subang. “Petugas uga mengamankan barang bukti yang digunakan untuk mengemas BL seperti pompa air, mesin pendingin, tabung oksigen, dan kotak styrofoam kosong,” demikian Frans.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018