Sunday, 16 August 2026


Cegah Stunting, Dituntut Peran Ibu dalam Konsumsi Pangan Lokal

19 Dec 2019, 16:55 WIBEditor : Yulianto

Ketua Umum Wanita Tani Indonesia HKTI, Ony Jafar Hafsah saat Peringatan Hari Ibu 2019

Wanita Tani Indonesia HKTI ingin menjadi pelopor bagi UMKM perempuan yang mempunyai usaha produk olahan dari pangan lokal

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Peran wanita tani/ibu rumah tangga untuk mencegah dan mengurangi gizi buruk (stunting) sangat besar. Salah satunya dengan mendorong mengkonsumsi pangan lokal di keluarga.

“Di era industri 4.0, peran ibu tidak sebatas melahirkan, tapi juga menjamin pertumbuhan anak yang sehat dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ketua Umum Wanita Tani Indonesia HKTI, Ony Jafar Hafsah di sela-sela Peringatan Hari Ibu di Jakarta, Kamis (19/12).

Saat ini menurut Ony, banyak kasus stunting di pelosok daerah, sehingga sangat menguatirkan. Sebab stunting adalah kondisi kurang gizi kronis pada anak karena asupan gizi yang tidak memadai dalam waktu yang cukup lama.

Stunting terjadi mulai dari janin masih dalam kandungan, sehingga pola asuh dan pola asupan gizi ibu hamil harus menjad perhatian kita semua,” ujarnya. Jika stunting tidak bisa dicegah Ony menguatirkan, pada masa depan akan terjadi lost generation yang berdampak pada gagalnya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s).

Salah satu untuk mencegah stunting menurut Ony adalah dengan mengkonsumsi pangan lokal. Potensi sumberdaya pangan lokal di tanah air cukup besar dan bisa dimanfaatkan kalangan ibu rumah tangga untuk konsumsi keluarga.

Karena itu, Wanita Tani Indonesia HKTI ingin menjadi pelopor bagi UMKM perempuan yang mempunyai usaha produk olahan dari pangan lokal. Misalnya, dari aneka umbi, sagu, pisang, sukun, labu kuning dan pangan lokal lainnya.

“Kita ingin mengembangkan usaha ekonomi Kelompok Wanita Tani dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi lokal secara efektif dan efisien, ramah lingkungan dan berkesinambungan,” tuturnya.

Dengan demikian lanjut Ony, produk pangan lokal tersebut memiliki nilai tambah dan daya saing yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dan masyarakat pedesaan. “Jika pemberdayaan perempuan secara ekonomi dapar terus ditingkatkan akan bisa mengurang atau mengakhiri tindakan KDRT terhadap perempuan dan meningkatan ketahanan pangan keluarga,” tegasnya.

Kontribusi Wanita di UMKM

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, peran wanita tani sebagai salah satu penggerak pembangunan pertanian tidak perlu diragukan lagi, karena kontribusinya cukup besar. Bahkan kontribusi UMKM pangan lokal lebih dari 90 persen dalam produk pangan nasional.

“Peran UMKM sangat strategis dalam pembangunan pertanian. Karena itu fardu ain, kita membangun UMKM pertanian,” tegas Dedi saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Ibu tersebut. Apalagi menurut Dedi, dari sisi penyeraan tenaga kerja UMKM menyerap lebih dari 97 persen. Dari jumlah itu 50 persen-nya adalah UMKM yang digerakkan wanita tani.

Dedi menilai, membangun UMKM akan berimplikasi luar biasa. Pertama, menjadi penyedia pangan. Saat ini UMKM di bidang pangan cukup besar kontribusinya sebagai penyedia pangan.

Kedua, UMKM juga memberikan nilai tambah luar biasa terhadap pendapatan petani dan keluarga petani. Karena itu, pemerintah mengajak petani untuk tidak menjual produk mentah (raw material) karena nilai tambahnya sedikit, tapi menjual produk olahan, karena kontribusi nilainya cukup besar.

“Kalau petani menjual gabah hanya sebesar Rp 4.000/kg, tapi kalau sudah jadi beras bisa mencapai Rp 10 ribu/kg. Apalagi kalau petani bisa mengemas dengan bagus, harganya bisa sampai Rp 20 ribu/kg. Dengan pengolahan value edit-nya berlipat,” tuturnya.

Ketiga, lanjut Dedi, kontribusi UMKM terhadap tenaga kerja juga cukup besar. Apalagi kita ketahui tenaga kerja menjadi persoalan utama bagi bangsa Indonesia. “Karena itu, kita harus mendorong pertumbuhan UMKM karena dapat memberikan lapangan kerja cukup besar,” tuturnya.

 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018