Tuesday, 20 October 2026


Manfaatkan Pekarangan, Poktan Sri Waluyo Rasakan Pengeluaran RT Berkurang

18 May 2020, 14:01 WIBEditor : Yulianto

Anggota Poktan Sri Waluyo V di tengah lahan pekarangan yang ditanami sayuran

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarnegara---Pandemi Covid-19 memaksa setiap orang agar tinggal di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Namun kondisi ini tidak membuat anggota Kelompok Tani (Poktan) Sri Waluyo V Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berdiam diri.

Terlihat beberapa anggota poktan sedang asyik memanen bayam dan tomat yang ada di depan rumah dengan didampingi penyuluh pertanian. Kegiatan menanam di pekarangan merupakan salah satu cara petani, terutama wanita tani menyiasati Covid-19 agar tetap produktif, meski di rumah saja. Harapannya bisa menopang kebutuhan pangan rumah tangga, terutama kebutuhan pangan berupa sayur- mayur.

Toyibah salah satu anggota Poktan mengatakan, kegiatan pemanfaatan pekarangan ini ternyata sangat bermanfaat buat kami para ibu-ibu di Desa Prigi. “Pandemi ini (Covid-19) penghasilan suami saya menurun. Alhamdulillah dengan menanam kami bisa sedikit mengurangi pengeluaran rumah tangga. Dengan adanya pandemi sekarang, kami benar benar merasakan manfaat dari menanam di pekarangan,” katanya.

Selaras dengan program Kementerian Pertanian dalam mendorong pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, penyuluh pertanian Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Yekti Nunihartini, membimbing anggota Poktan Sri Waluyo V memanfaatkan pekarangan.

Ke depan diharapkan semua masyarakat, khususnya Desa Prigi, menjadikan pekarangan sebagai sumber pangan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, serta pendapatannya, terlebih pada kondisi pandemi saat ini.

Ketahanan pangan menurut Yekti, bukan saja tentang kecukupan bahan pangan, namun juga menyangkut kemampuan memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. ”Menanam di masa Covid-19 memang solusi untuk mengatasi adanya krisis pangan yang  mungkin dapat terjadi,” katanya.

Ketersediaan stok pangan menjadi hal yang sangat penting untuk selalu tersedia  bagi masyarakat, utamanya beras yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Untuk itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan pesan kepada seluruh insane pertanian untuk selalu menjaga kesehatan “Pertanian tidak boleh berhenti, karena wabah Covid-19, dan semua insan pertanian harus terus bergerak untuk mengawal  ketersediaan pangan,” tegas SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga meminta kepada Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan,” jelas Dedi.

Reporter : Yekti Nunihartini/Rivana (BBPP KETINDAN)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018