Wednesday, 21 October 2026


Gemulai Ikan Cupang saat Pademi

03 Dec 2020, 07:42 WIBEditor : Yulianto

Mmelihara ikan cupang kini menjadi hobi saat pandemi. Permintaaanya pun melonjak

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Selama masa pandemi covid-19, memelihara ikan merupakan salah satu cara untuk membunuh kebosanan karena tidak bisa bebas beraktivitas di luar rumah. Salah satu jenis ikan yang kini tenar saat pandemi adalah ikan cupang.

Ikan tawar yang memiliki nama latin Betta fish tersebut memang sedang digemari masyarakat. Bahkan bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga berburu ikan hias yang memiliki jenis, bentuk, corak dari genetik warnanya dapat berubah-ubah karakter. Ikan ini juga cenderung agresif mempertahankan wilayahnya. Semakin bagus perawatan yang dilakukan, ikan cupang akan semakin terlihat indah. 

Ikan ini juga dapat ditemui di beberapa negara di Asia, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Brunei Darussalam. Secara umum, ikan cupang terbagi menjadi tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar.

Ikan cupang yang banyak diburu penghobi atau pemula untuk saat ini adalah jenis cupang plakat dengan corak warna multi color, koi galaxy, nemo, marbel, warna solid. Ada juga yang memburu jenis cupang halfmoon (penampakan ekornya lebar seperti bulan sabit). Bentuk yang yang indah inilah yang dirasa cocok untuk diikutkan perlombaan maupun dipelihara di rumah. Apalagi dalam perawatannya juga terbilang mudah. 

Ikan cupang cukup di pelihara pada space soliter atau wadah kaca berukuran minimal 20x15 atau ataupun bekas botol selai. Terkait makanannya, ikan cupang cukup diberi makan kutu air, cacing sutra, dan larva nyamuk. Untuk penggantian airnya cukup lima hari sekali atau seminggu sekali, agar ikan tidak stres dengan memakai air sumur atau air isi ulang, dan tidak perlu filter air.

Melonggok sejarahnya, ikan cupang adalah ikan yang berasal dari Asia Tenggara dan ikan ini merupakan ikan liar yang bisa dijumpai di sungai, rawa, dan sawah. Penduduk Thailand kemudian menangkap ikan-ikan ini dan dijadikan sebagai ikan petarung, karena sifat ikan yang agresif.

Barulah pada tahun 1890an, ikan cupang mulai diperkenalkan ke daerah Eropa dan Amerika. Di Indonesia sendiri, ikan cupang mulai dikenal masyarakat pada 1960-an. Sama seperti di Thailand, ikan cupang awalnya hanya dikenal sebagai ikan sawah yang sering ditangkap anak-anak.

Barulah sekitar tahun 1970-an, ikan ini kemudian mulai diperkenalkan sebagai jenis ikan hias dan ikan aduan yang diperjualbelikan. Perkembangan ikan cupang kemudian berlanjut pada tren kawin silang dan hingga kini, tren memelihara ikan cupang terbilang cukup stabil. Pasalnya ikan ini, memiliki penggemarnya tersendiri dan tentunya memiliki sejumlah keistimewaan yang semakin banyak diminati.

Tips beternak cupang

Ikan yang satu ini terkenal dengan keindahan warnanya, sehingga saat ini banyak orang gemar mengoleksi beraneka ragam jenis ikan cupang. Tak salah jika kini budidaya ikan cupang bisa menjadi salah satu peluang usaha rumahan.

Untuk pemula yang ingin membudidayakan (pemijahan) ikan cupang tidak terlalu repot. Setidaknya hanya butuh tiga medium yakni satu tempat untuk jantan, satu tempat untuk betina, dan satu tempat untuk kawin mereka. Karena si jantan dan betina tidak bisa serta merta bertemu lalu memadu kasih, tetapi mereka harus melakukan proses pendekatan. 

Langkah pertama, masukkan jantan dan betina ke wadah masing-masing bisa di gelas, baskom, atau toples kecil. Isi dengan air tawar, lebih baik gunakan air sungai. Setelah mereka masuk pada wadah masing-masing, pertemukan mereka berdua dengan mendekatkan wadah bening dan lihat reaksi mereka.

Sambil menunggu saling berinterkasi, siapkan bakal tempat kawin sang jantan dan betina dengan menambah bebatuan dan tumbuh-tumbuhan air. Selanjutnya, masukkan indukan jantan yang telah siap kawin terlebih dulu, dan biarkan jantan berada satu hari dalam wadah tersebut sampai mengeluarkan gelembung yang nantinya untuk melindungi telur-telurnya.

Jika sang jantan telah mengeluarkan gelembung, masukkan indukan betina (sebaiknya dalam proses pemijahan pada ikan cupang biasanya pagi dan sore hari). Tutup tempat perkawinan tersebut. Sebab indukan ikan cupang adalah hewan yang tidak suka privasinya diganggu. 

Setelah perkawinan dan pembuahan selesai telur-telur akan tergeletak di dasar wadah pemijahan. Segera keluarkan sang betina sebab betina punya kebiasaan aneh memakan telurnya sendiri.

Cupang jantan yang akan menjadi pelindung telur-telur tersebut dengan gelembung-gelembung yang sudah dibuat. Biasanya ikan cupang akan mengeluarkan 100 telur dalam sekali pembuahan, namun dari 100 telur itu biasanya hanya 30-50 yang berhasil hidup.

Setelah kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Burayak ini masih tidak perlu diberi makan selama tiga hari, sebab nutrisi dari telur masih ada tersisa. Barulah setelah tiga hari, bisa diberikan mereka makan berupa kutu air.

Untuk pemberian makan jangan melebihi jumlah burayak yang ada, karena membuat air kotor dan burayak malah mati. Selanjutnya, pisahkan indukan jantan dari burayak setelah dua minggu. Kemudian pisahkan burayak itu ke wadah lain. Setelah 1,5 bulan biasanya burayak sudah berkembang sempurna dan bisa dibedakan jenis kelaminnya.

Sebagai catatan ikan cupang sudah dikawinkan terutama ikan betina tidak boleh kawin lagi. Ikan cupang jantan masih bisa sampai 8 kali lagi, namun perlu interval waktu yang tepat yakni jaraknya 2-3 minggu dari perkawinan sebelumnya.

 

Reporter : Hendy Fitriandoyo (Fungsional Perencanaan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018